KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

17/04/2021 - 07:33 PM

Penyakit Bidang Sadap Pada Tanaman Karet (Kanker Garis dan Mouldy Rot)

Di Publish Pada : 26/01/2021 | Kategori : Jadwal

Ririn E. Manurung, S.Si (C-POPT Ahli Pertama) 

 

Penyakit karet penting pada bidang sadap yaitu Mouldy Rot dan Kanker Garis.

Mouldy Rot

Penyakit busuk batang karet atau yang lebih dikenal dengan Mouldy rot merupakan penyakit pada bidang sadapan, mempunyai arti yang peting pada budidaya karet. Penyakit ini merusak bidang sadapan sehingga pemulihan kulit terganggu dan menyulitkan penyadapan seterusnya. Mouldy rot yang berat apabila tidak dirawat menyebabkan terjadinya luka-luka besar, sehingga bidang sadap rusak sama sekali dan tidak bisa disadap lagi.

Mouldy rot disebabkan oleh jamur Ceratocystis fimbriata, spora dan konidia jamur diproduksi pada cuaca lembab yang kemudian disebarkan oleh hujan, tetapi kebanyakan penyebaran penyakit ini terletak pada penyadapan yang dilakukan oleh manusia. Penyebaran spora dapat juga melalui vektor yaitu kumbang. Serangan Mouldy Rot biasanya timbul pada saat musim hujan dan banyak di jumpai pada daerah yang lembab serta tanaman yang disadap dekat permukaan tanah.

 

Gejala

Mula-mula pada kulit pulihan dekat dengan irisan sadapan terdapat bercak-bercak        mengendap pada kulit. Warna bercak cepat berubah menjadi hitam dan meluas, sehingga terjadi jalur berwarna hitam sejajar dengan irisan sadapan. Jika cuaca lembab pada jalur-jalur yang baru dapat terbentuk lapisan kapang seperti beledu berwarna kelabu. Oleh karena itu, penyakit ini disebut mouldy rot atau busuk berkapang.

Pada serangan yang hebat jamur masuk sampai ke kambium dan merusaknya, menyebabkan terjadinya luka-luka besar yang tidak dapat pulih kembali, sehingga bidang sadapan rusak sama sekali.

Faktor-faktor penyebab penyakit Mouldy Rot

  • Klon yang rentan terhadap penyakit Mouldy Rot
  • Frekuensi penyadapan yang terlalu sering
  • Proses penyadapan yang tidak dilakukan dengan benar/ Penyadapan yang terlalu dalam ke bagian batang sehingga menusuk sampai bagian kayu
  • Jarak tanam yang terlalu rapat sehingga kelembaban tanaman terlalu tinggi
  • Penggunaan pisau sadap yang tidak steril

Pengendalian Penyakit Mouldy Rot

  • Mengurangi tingkat kelembaban dengan mengatur jarak tanam, melakukan pemangkasan dan menyiangi gulma secara rutin
  • Memberikan pupuk secara tepat dan berimbang sehingga proses pemulihan kulit batang sapat berlangsung normal
  • Pisau sadap didesinfektan sebelum digunakan (celupkan pisau sadap ke dalam larutan Chlorox 2% sebelum digunakan)
  • Menurunkan intensitas penyadapan/idealnya 3 hari sekali, dan menghentikan penyadapan pada serangan berat
  • Hindari torehan yang terlalu dala pada saat penyadapan agar kulit cepat pulih
  • Tanaman yang sudah terserang dioles fungisida 5 cm diatas irisan sadap sehari setelah penyadapan dan getah tarik belum dilepas. Interval pengolesan 1-2 minggu sekali hingga kulit kembali sehat

 

Kanker Garis

Jamur Phytophthora palmivora menjadi penyebab penyakit kanker garis, kulit bidang sadap yang mudah diserang jamur ini adalah kulit segar yang baru dibuka atau dilukai akibat penyadapan, infeksi terjadi tepat diatas alur sadap. Kerusakan yang diakibatkan jamur Phytophthora palmivora yaitu tanaman tubuh tidak normal dan akhirnya mati.

Gejala

Gejala penyakit ini ditandai dengan munculnya selaput putih tipis yang menutupi alur sadap, pada saat selaput putih yang berada di alur sadapan di kerok akan terlihat garis tegak berwarna hitam, garis ini akan berpadu satu sama lain sehingga akan membentuk jalur hitam yang terlihat seperti retak membujur pada kulit pohon karet. Penyebab lain munculnya penyakit ini adalah kelembaban udara, jarak tanaman yang rapat, dan tanah yang tinggi khususnya dimusim hujan. 

 

Pengendalian Penyakit Kanker Garis

  • Menanam klon anjuran yaitu PR 311, PR 361, BPM 24
  • Mengurangi tingkat kelembaban dengan mengatur jarak tanam, melakukan pemangkasan dan menyiangi gulma secara rutin
  • Pemupukan sesuai dosis anjuran agar pemulihan kulit dapat berlangsung cepatdan normal
  • Menurunkan intensitas penyadapan/idealnya 3 hari sekali, dan menghentikan penyadapan pada serangan berat
  • Hindari penyadapan yang terlalu dekat dengan tanah
  • Pisau sadap didesinfektan sebelum digunakan (celupkan pisau sadap ke dalam larutan Chlorox 2% sebelum digunakan)
  • Tanaman yang sudah terserang dioles fungisida dengan kuas sepanjang 5-10 cm diatas dan dibawah alur sadap. Pengolesan dilakukan segera setelah penyadapan sebelum lateks membeku
  • Bila terdapat bagian yang membusuk oleh serangan jamur, dibersihkan dulu dengan dikerok sampai bagian yang masih sehat, baru dioles fungisida.

 

Daftar Pustaka

Adriyanto M, 2014. Perkebangan dan Upaya Pengendalian Kering Alur Sadap (KAS) pada tanaman karet (Hevea brasiliensis). Balai Penelitian Sungei Puting-Galang.

Defitri Y. 2014. Identifikasi Jamur Patogen Penyebab Penyakit Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) di Sukajaya Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 14 N0.4 Tahun 2014.

Engelbrecht C, Harrington C. 2005. Interserility, Morphology and Taxonomy Ceratocystis fimbriata on Sweet Potato, Cacao and Sycamore. Department of Plant Pathology 351 Bessley Hall, Iowa State University, ames, Iowa 50011.

Rahayu, S. 2015. Karakter Jamur Ceratocystis sp. Penyebab Penyakit Busuk Batang pada Acacia decurrens dan Status Penyakitnya di Taman Nasional Gunung Merapi. Yogyakarta.

Rubianto, Supijatno. 2017. Sistem Penyadapan Karet (Hevea brasiliensis) di Tulung, Sumatera Selatan.

Valdetaro Denise C.O.F, et all. 2015. Genetic variation, morphology and pathogenicity of Ceratocystis fimbriata on Hevea brasiliensis in Brazil. Sociedade Brasileira de Fitopatologia


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 132
Total pengunjung : 149812

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id