14/12/2017 - 02:52 PM
Klinik Tanaman BPTP Pontianak Melayani Konsultasi dan Rekomendasi Perlindungan Tanaman Perkebunan

KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

PENGELOLAAN KEBUN LADA UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL PANEN

Penulis : Adminisator | Di Publish Pada : 2017-08-23 | Kategori : Perkebunan

Pada budidaya tanaman salah satu penyebab kehilangan hasil panen yaitu adanya serangan OPT. Pada tanaman lada, busuk pangkal batang menjadi OPT utama yang menyebabkan kehilangan hasil panen. Tetapi pada perkembangan selanjutnya terdapat penyakit lain yang berpotensi untuk menyebabkan kehilangan hasil panen pada tanaman lada yaitu penyakit jamur pirang.

Penyakit jamur pirang ini dulu dikenal dengan nama “ganggang pirang” yang disebabkan oleh patogen Septobasidium sp.. Penyakit  ini sangat merugikan petani karena dapat menyebabkan kematian cabang-cabang produksi, akibatnya pertumbuhan terhambat dan petani mengalami kehilangan hasil panen sekitar 20 %. Adakalanya serangan terjadi pada sulur panjat yang ditandai dengan terdapatnya lapisan jamur berwarna pirang. Bila harga lada mencapai Rp. 30.000 per Kg, ini berarti bahwa petani dapat mengalami kerugian sebesar Rp. 5 Juta per hektar (Anonim, 2009).

Pengelolaan kebun secara PHT diharapkan dapat menekan kehilangan hasil akibat OPT. Kegiatan pengelolaan kebun lada secara PHT dilaksanakan oleh BPTP Pontianak sebagai contoh bagi petani, yang diharapkan dapat menurunkan kehilangan hasil panen pada tanaman lada. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan kebun sampel yang dikelola secara PHT dan kebun sampel yang dikelola dengan kebiasaan petani tanpa PHT. Sebagai pembanding diambil sampel panen dari kebun sehat untuk menghitung kehilangan hasil panen pada sampel kebun PHT dan sampel kebun kebiasaan petani tanpa PHT. Komponen PHT yang dilaksanakan yaitu pengendalian OPT, pemupukan dan pemeliharaan kebun.

Kerugian dalam rupiah untuk petak sampel PHT adalah Rp. 6.327,-/pohon sampel. Sedangkan kerugian untuk petak sampel kebiasaan petani kerugian cukup besar yaitu Rp. 33.950,-/pohon sampel. Kehilangan hasil ini dihitung berdasarkan hasil panen satu tahun dengan asumsi bahwa proporsi petani mengolah 30 % hasil panennya untuk lada hitam dan 70 % hasil panennya untuk lada putih. Jika persentase pengolahan produk lada yang dijual dalam proporsi yang berbeda, maka kehilangan hasil bisa lebih rendah atau lebih tinggi. Potensi pohon yang menghasilkan dari kebun lada di Kalimantan Barat adalah sekitar 1500 pohon per hektar, padahal secara ideal pohon lada per hektar berjumlah 2000 – 2500 pohon.

                                                                     

Erwin Irawan Permana (POPT Muda)


Kritik Dan Saran

Pengunjung

1 5 6 2 3 3 3 9
Pengunjung hari ini : 20
Total pengunjung : 2435627
Hits hari ini : 26
Total Hits : 12275115
Pengunjung Online : 1

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id