14/12/2017 - 02:53 PM
Klinik Tanaman BPTP Pontianak Melayani Konsultasi dan Rekomendasi Perlindungan Tanaman Perkebunan

KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

Deteksi Patogen Dengan “Test Kit”

Penulis : Adminisator | Di Publish Pada : 2017-08-24 | Kategori : Jadwal

Identifikasi patogen tanaman merupakan hal yang menentukan dalam pengambilan keputusan pengendalian yang tepat dan sesuai sasaran. Identifikasi patogen dilakukan dengan mengambil sampel tanaman yang menunjukkan tanda - tanda dari patogen tertentu pada tanaman. Adanya tanda memberikan sedikit gambaran mengenai perkiraan jenis patogen yang menyerang walaupun proses identifikasi secara laboratoris tetap dilakukan sesuai protokol identifikasi patogen tanaman. Proses identifikasi sedikit rumit jika tidak terdapat tanda patogen dan hanya gejala yang muncul pada tanaman. Gejala pada tanaman seperti layu, atau busuk bisa terjadi bukan karena hanya karena ada pengaruh dari patogen tertentu.

Berbagai macam cara dikembangkan untuk mempermudah proses identifikasi patogen tanaman dengan membuat metode identifikasi yang spesifik untuk patogen tertentu. Selain dalam bentuk metodologi identifikasi, pengembangan teknologi alat bantu identifikasi juga mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Alat bantu identifikasi patogen dibuat semudah mungkin sehingga dapat digunakan oleh semua orang bahkan yang tidak memiliki latar belakang analis identifikasi patogen.

GanoKit

Salah satu alat identifikasi patogen yang dikembangkan oleh PT. Perkebunan Nusantara IV yaitu GanoKit yang merupakan perangkat deteksi dini infeksi patogen Ganoderma sp penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit. Prinsip kerja GanoKit yaitu dengan teknik serologi yang merupakan suatu cara untuk melihat reaksi spesifik antara antigen dengan antibodi yang sesuai layaknya antigen pada saat tes golongan darah. Antigen adalah bahan asing yang masuk dalam tubuh manusia atau hewan sedangkan antibodi adalah protein dalam tubuh hewan dan manusia untuk melawan atau menetralisir bahan asing yang masuk dalam tubuh. Secara ringkas prinsip pengujian teknik serologi DIBA adalah mengikat antigen ke membran (nitrocellulose, nylon, atau polyvinylidine diflouride)  dan mereaksikan dengan antibodi yang telah dilabel enzim, direaksikan dengan substrat dan kromogen yang tidak larut air.
 

Phytophthora ImmunoStrip

Alat deteksi jamur patogen khusus genus Phytophthora ini dikeluarkan oleh Agdia, perusahaan dari Amerika Serikat yang khusus bergerak pada bidang test kit untuk deteksi patogen pada tanaman dan deteksi produk tanaman transgenik (GMO, Genetically Modified Organism). Seperti kita ketahui genus Phytophthora banyak juga menjadi penyebab penyakit pada tanaman perkebunan seperti busuk buah kakao dan busuk pangkal batang pada tanaman lada.

Prinsip kerja Phytophthora Immunostrip menggunakan teknik serologi dengan alat yang lebih praktis. Dari cara penggunaannya terlihat cukup mudah, intinya adalah memasukkan sampel pada kantong pereaksi kemudian dimasukkan strip (mirip kertas lakmus atau testpack kehamilan) untuk kemudian dilihat garis yang muncul 1 atau 2 buah sebagai penanda positif atau negatif adanya patogen Phytophthora pada contoh sampel tanaman.  

Cara penggunaan seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

ImmunoStrip dapat mengidentifikasi 68 jenis jamur patogen dari genus Phytophthora seperti terlihat pada tabel. Kelemahan dari ImmunoStrip adalah dimungkinkan terjadinya reaksi silang dengan jenis jamur lain seperti spesies Pythium.

 

Phytophthora LATERAL FLOW DEVICES (LFDs)

LFDs digunakan untuk mendeteksi adanya jamur patogen dari genus Phytophthora, sama halnya dengan ImmunoStrip dan GanoKit menggunakan prinsip kerja serologi yaitu reaksi antigen. LFDs dan ImmunoStrip memiliki kesamaan pada jenis jamur patogen yang dapat diidentifikasi, perbedaannya terletak pada jumlah jamur patogen yang dapat diidentifikasi oleh LFDs lebih sedikit yaitu berjumlah 13 spesies dari genus Phytophthora. Tetapi keunggulan LFDs dari ImmunoStrip yaitu tidak terjadinya reaksi silang dengan jenis spesies jamur seperti Pythium dan sejenisnya, sehingga hasil identifikasi dari LFDs lebih akurat.

Cara penggunaan LFDs cukup praktis walaupun tidak semudah ImmunoStrip, berikut adalah cara penggunaan LFDs.

Perkembangan teknologi deteksi dini patogen tentunya akan memudahkan proses identifikasi langsung di lapangan sehingga pengambilan keputusan pengendalian dapat secara efektif dilakukan. Kecuali GanoKit, alat deteksi dini penyakit tadi tidak diperjualbelikan di Indonesia. Harga yang mahal juga harus dipertimbangkan jika ingin menggunakan alat deteksi dini tersebut dengan mendatangkan dari negara asalnya. Sebagai contoh, ImmunoStrip di negara asalnya dijual dengan harga $ 45 jika dirupiahkan sekitar Rp. 620.000,- tidak termasuk biaya kirim. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti di Indonesia untuk dapat mengembangkan alat uji (test kit) yang sudah sangat populer diluar negeri dalam mempermudah deteksi dini penyakit tanaman.

 

Erwin Irawan Permana (POPT Ahli Muda)


Kritik Dan Saran

Pengunjung

1 5 6 2 3 3 3 9
Pengunjung hari ini : 20
Total pengunjung : 2435627
Hits hari ini : 26
Total Hits : 12275115
Pengunjung Online : 1

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id