KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

24/06/2018 - 07:52 PM

TANAMAN PENUTUP TANAH - Arachis pintoi

Di Publish Pada : 08/01/2018 | Kategori : Jadwal

Tanaman penutup tanah (cover crop ) adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman  kerusakan oleh  erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah.

Tanaman penutup tanah berperan: (1) menahan atau mengurangi daya perusak butir-butir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah, (2) menambah bahan organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh, dan (3) melakukan transpirasi, yang mengurangi kandungan air tanah. Peranan tanaman penutup tanah tersebut menyebabkan berkurangnya kekuatan dispersi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah, sehingga mengurangi erosi.

Tumbuhan atau tanaman yang sesuai untuk digunakan sebagai penutup tanah dan digunakan dalam sistem pergiliran tanaman harus memenuhi syarat-syarat (Osche et al, 1961): (a) mudah diperbanyak, sebaiknya dengan biji, (b)  mempunyai sistem perakaran yang tidak menimbulkan kompetisi berat bagi tanaman pokok, tetapi mempunyai sifat pengikat tanah yang baik dan tidak mensyaratkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, (c) tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun, (d) toleransi terhadap pemangkasan, (e) resisten terhadap gulma, penyakit dan kekeringan, (f) mampu menekan pertumbuhan gulma, (g) mudah diberantas jika tanah akan digunakan untuk penanaman tanaman semusim atau tanaman pokok lainnya, (h) sesuai dengan kegunaan untuk reklamasi tanah, dan (i) tidak mempunyai sifat-sifat yang tidak menyenangkan seperti duri dan sulur-sulur yang membelit.

Di artikel ini akan dibahas mengenai Arachis pintoi yang sekarang sedang banyak dibudidaya oleh petani di Indonesia.

Arachis pintoi 

Arachis pintoi adalah tanaman yang mirip bentuknya dengan kacang tanah. Arachis pintoi ini dipakai sebagai tanaman penutup tanah dikebun lada maupun kelapa sawit, kopi serta coklat. Selain sebagai tanaman penutup tanah, tanaman ini juga dapat dijadikan sebagai sumber hijauan pakan ternak, terutama pada musim kemarau. Hal tersebut dikarenakan Arachis pintoi dapat beradaptasi baik pada daerah tropis baik pada kondisi kesuburan tanah rendah dan pH masam serta toleran terhadap kejenuhan Al tinggi.

 

 

Hasil penelitian pada tanaman lada, tanaman penutup tanah Arachis pintoi  dapat meningkatkan parasitasi parasitoid Spanthius piperis terhadap buah lada. Peningkatan parasitasi antara tanaman lada dengan menggunakan tanaman penutup tanah Arachis pintoi  dapat mencapai 50% lebih tinggi dibandingkan  dengan tidak menggunakan penutup tanah Arachis pintoi .

Karakteristik tanaman


Arachis pintoi adalah jenis herba tahunan yang tumbuh rendah. Batangnya tumbuh menjalar membentuk anyaman yang kokoh, akar dan/atau sulur akan tumbuh dari buku batang apabila ada kontak langsung dengan tanah. Mempunyai dua pasang helai daun pada setiap tangkainya, berbentuk oval dengan ukuran lebih kurang 1,5 cm lebar dan 3 cm panjang. Kacang hias ini umumnya berbunga terus menerus selama masa hidupnya, dengan 40–65 bunga/m2 setiap harinya. Setelah terjadi penyerbukan, ovary (indung telur) pada gynophore akan memanjang sampai 27 cm dan masuk ke dalam tanah sampai kedalaman 7 cm yang selanjutnya membentuk polong dan biji. Setiap polong biasanya mengandung sebuah biji. Lingkungan yang diperlukan untuk tumbuh. Arachis pintoi tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah sub tropika dan tropika, curah hujan tahunan >1.000 mm. Tahan terhadap 3–4 bulan kering, tetapi akan menggugurkan banyak daun selama periode kering tersebut. Pada tanah-tanah yang kurang air atau sering banjir, pertumbuhannya terhambat dan daun menjadi kuning. Tanaman ini cocok tumbuh pada tanah dengan tekstur liat berat sampai berpasir, namun tumbuh lebih bagus pada tanah lempung berpasir (sandy loam). Pertumbuhan lebih baik pada tanah dengan kandungan bahan organik > 3%, dan akan terhambat pada tanah dengan kadar garam (salinity) yang tinggi. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi kesuburan tanah rendah dan pH sangat masam, serta toleran terhadap kejenuhan aluminium yang tinggi (>70%).


Pertumbuhan Arachis pintoi sangat pesat, karena dalam tiga bulan pertama telah mampu menutup hingga 100% permukaan tanah dan menghasilkan biomassa yang tinggi, yakni 3,75 ton bobot kering/ha per tahun pada umur 14 minggu setelah tanam. Pertanaman Arachis pintoi mudah dibangun secara stek langsung dan mempunyai karakter pertumbuhan yang mampu menutup permukaan dengan sempurna. Keuntungan lainnya dari Arachis pintoi ialah bahwa walaupun tumbuh menjalar di permukaan tanah namun tidak tumbuh memilin pada tanaman pokok, sehingga tidak memerlukan perawatan khusuh untuk pemeliharaan Arachis pintoi. Arachis pintoi mempunyai kemampuan mengikat nitrogen udara dengan bantuan bakteri rhizobium yang bersimbiosis pada akarnya, sehingga mengurangi persaingan antara tanaman kacang-kacangan Arachis pintoi dengan tanaman pokok dalam penyerapan nitrogen tanah. Selanjutnya nitrogen yang diikat dari udara akan dilepaskan kembali ke dalam tanah dalam bentuk yang tersedia bagi tanaman.

Perbanyakan tanaman


Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan: biji, stek, dan stolon. Untuk menutupi seluruh permukaan tanah dengan pertumbuhan seragam biasanya diperlukan waktu 2–5 bulan untuk tumbuhnya tergantung kondisi lingkungan dan jarak tanam.

 

Manfaat utama dari Arachis pintoi adalah:

1. Pengontrol Erosi

Pada usaha tani lahan kering yang berlereng, erosi terjadi terutama pada periode awal pertumbuhan tanaman yang menyebabkan lahan terdegradasi dan menurun produktivitasnya. Arachis pintoi berpotensi besar untuk mencegah hanyutnya tanah, karena susunan/anyaman batang dan perakarannya dapat melindungi tanah dari daya rusak intensitas hujan yang tinggi. Sebagai contoh, di Costa Rica, kacang hias ini ditanam di sepanjang pinggir saluran irigasi untuk mengontrol erosi dan pertumbuhan gulma.

2. Rehabilitasi Lahan

Sebagai salah satu famili leguminosa, Arachis pintoi berpotensi untuk meningkatkan kesuburan tanah dari hasil fiksasi (penambatan) nitrogen secara biologi. Dari hasil fiksasi tersebut dihasilkan 65–85% nitrogen. Hasil penelitian di Mexico menunjukkan bahwa Arachis pintoi mampu meningkatkan konsentrasi karbon sebesar 9,3–14% dan nitrogen sebanyak 42– 47% di dalam tanah.

3. Pengontrol Gulma

Di daerah tropis, Arachis pintoi telah teruji kemampuannya dalam bersaing dengan gulma, seperti pada perkebunan kopi, coklat, pisang, jeruk, ubi kayu, dan nenas. Jenis kacang ini efektif mencegah tumbuhnya gulma setelah 3–4 bulan ditanam atau sama efektifnya dengan Desmodium ovalifolium dalam mencegah tumbuhnya kembali gulma, bahkan lebih efektif dari penggunaan herbisida

4. Pengontrol Nematoda

Dari hasil penelitian di Costa Rica, Arachis pintoi mampu melindungi tanaman tomat dari infeksi yang disebabkan nematode Meloidogyne arabicide, dan tanaman kopi dari Meloidogyne exigua. Tanaman ini juga terbukti bukan merupakan host dari kedua jenis nematoda ini dan bahkan mampu menekan (effek negatife) perkembangan kedua jenis nematoda tersebut.

5. Makanan Ternak

Arachis pintoi dapat digunakan untuk makanan beberapa jenis ternak peliharaan seperti : sapi, kuda, keledai, biri-biri (domba), kambing, babi, dan ayam. Daunnya mengandung kadar protein yang tinggi dan baik untuk pencernaan.

6. Sebagai tempat berlindung musuh alami (MA).

Jumlah MA dikebun dapat meningkat dengan menyediakan tempat teduh dan tempat berlindung dari angin kuat maupun hujan deras. Arachis pintoi  tempat membantu MA dengan menyediakan mangsa atau inang alternatif. Madu dan serbuk bunga merupakan makanan untuk beberapa macam MA. berbagai jenis tawon /tabuhan , lalat dan kumbang memakan sari madu dan serbuk bunga yang tersedia dikebun, MA dapat berkembang biak lebih baik. arachis pintoi padat dengan bunga yang membantu MA.

7. Sumber nitrogen (N) untuk tanaman pokok.

Arachis pintoi adalah angota famili kacang-kacangan yang mempunyai kemampuan menyerap nitrogen dari udara dan mengubahnya ke bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman lain. Oleh karena itu Arachis pintoi dapat membuat tanah lebih subur untuk tanaman lada ataupun untuk tanaman lain.

 

Daftar Pustaka :

BALAI PENELITIAN TANAH. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Jawa Barat.

http://www.luwutimurjournal.com/arachis-pintoi-tanaman-penutup-tanah/. Diakses tanggal 17 Desember 2015

https://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/tanaman-penutup-tanah/. Diakses tanggal 17 Desember 2015

John, B.B., Hery P., 2006. Intensitas Penutup Tanah Arachis pintoi dan Inokulasi Rhizobium serta Penambahan Fosfor dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Kakao dan Status Hara di Lapangan. Pelita Perkebunan

 

Astri Anjelina Nasution (Staf Laboratorium APH)

 

 


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 32
Total pengunjung : 3091

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id