20/01/2018 - 09:46 AM
Klinik Tanaman BPTP Pontianak Melayani Konsultasi dan Rekomendasi Perlindungan Tanaman Perkebunan

KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

APA ITU KITOSAN ?

Penulis : Adminisator | Di Publish Pada : 2017-12-19 | Kategori : Jadwal

Kitosan ditemukan oleh C. Roughet pada tahun 1859 dengan cara memasak kitin dengan larutan basa / alkali konsentrasi tinggi.

Kitosan adalah Polimer alami yang bersifat biodegradable dan tidak beracun yang berasal dari limbah kulit udang-udangan (Crustaceae), kepiting dan rajungan (Crab). Memiliki nama kimia poli-(2-deoksi-2-asetilamin-2-glukosa) atau poli-(2-deoksi-aminoglukosa) yang berikatan β (1,4) glikosidik atau poli-(1.4-2-amino-2-deoksi-β-D-glukosamin).

 

Sifat Kegunaan Kitosan

Kitosan merupakan turunan kitin dengan berat molekul 100 – 1000 kDa, bersifat tidak larut air, tetapi larut dalam asam organik lemah seperti asam asetat (cuka encer), asam sitrat, asam format, dll.

Kitosan juga merupakan suatu polimer multifungsi karena mengandung tiga gugus yaitu asam amino, gugus hidroksil primer dan sekunder, sehingga menyebabkan kitosan mempunyai reaktifitas kimia yang tinggi.

Rumus kitosan N-asetil-D-Glukosamin, merupakan polimer kationik yang mempunyai jumlah monomer sekitar 2000-3000 monomer, tidak berifat toksik atau beracun dengan LD50 (Lethal Dhose 50%, yaitu ambang dosis dalam 50% sampel) = 16 gr/kg BB. Kitosan juga memiliki karakteristik fisik, biologi, kimiawi yang baik diantaranya biodegradable (dapat terurai oleh mikroorganism), biocompatible, dan non toksik (tidak beracun), karena sifat alami inilah kitosan menjadi andalan senyawa serbaguna masa depan yang ramah lingkungan

Chitosan  mempunyai potensi yang cukup baik sebagai pelapis buah-buahan misalnya pada  tomat (El-Ghaouth et al. 1992a) dan leci (Zhang dan Quantrick 1997). Sifat lain  chitosan adalah dapat menginduksi enzim chitinase pada jaringan tanaman yaitu enzim yang dapat mendegradasi chitin  yang merupakan penyusun  dinding sel fungi, sehingga ada kemungkinan dapat digunakan sebagai fungisida (Baldwin 1994; Nisperos-Carriedo 1994; El-Ghaouth et al. 1992 ).

Kitosan memiliki sifat dan kegunanaan diantaranya:

SECARA KIMIAWI :

  1. Merupakan polimer poliamin berbentuk linear
  2. Mempunyai 3 gugus fungsional yaitu gugus amino, gugus hidroksil primer, gugus hidroksil sekunder (dalam ProdukSuper-ChitoFarm & Super-ChitoFood gugusan ini bekerja dengan fungsinya masing-masing sebagai anti bakteri dan jamur, penarik unsur hara makro dan mikro, biokatalis fotosintesis, dll)
  3. Mempunyai kemampuan mengkhelat beberapa logam

SECARA BIOLOGIS :

  1. Bersifat biokompatibel artinya sebagai polimer alami yang sifatnya tidak mempunyai efek samping, tidak beracun, tidak dapat dicerna, mudah diuraikan oleh mikroba (Super-ChitoFarm & Super-ChitoFood)
  2. Dapat berikatan dengan sel mamalia dan mikroba secara aktif
  3. Bersifat hemostatik, fungistatik, spermisidal, antitumor, antikolesterol
  4. Bersifat sebagai depresan pada system saraf pusat
  5. Mampu meningkatkan pembentukan tulang dan sendi (glukosamin kitosan)
  6. Kitosan merupakan bahan kimia alami yang multiguna berbentuk lembaran tipis, tidak berbau, tidak berasa, berwarna putih sampai agak kuning

 

Kitosan mempunyai sifat antimikrobia melawan jamur lebih kuat dari kitin. Jika kitosan ditambahkan pada tanah, maka akan menstimulir pertumbuhan mikrobia mikrobia yang dapat mengurai jamur. Selain itu kitosan juga dapat disemprotkan langsung pada tanaman.

Sifat kitin dan kitosan dapat mengikat air dan lemak. Karena sifatnya yang dapat bereaksi dengan asam-asam seperti polifenol, maka kitosan sangat cocok untuk menurunkan kadar asam pada buah-buahan, sayuran dan ekstrak kopi. Kitosan mempunyai sifat polikationik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai agensia penggumpal. 

Menurut Widodo (2005) perbedaan antara kitin dan kitosan didasarkan pada kandungan nitrogennya. Bila nitrogen kurang dari 7%, maka polimer disebut kitin dan apabila kandungan total nitrogennya lebih dari 7% maka disebut kitosan.

Aplikasi Kitosan pada Tanaman

Kitosan  mempunyai cakupan penggunaan yang luas, dengan afinitas yang tinggi tidak toksik, mudah didegradasi, dan bahan baku berasal dari alam. Kitosan mengatur  sistem  kekebalan  tanaman  dan  menyebabkan  ekskresi  enzim  pelawan. Lebih  dari  itu  kitosan  tidak  hanya  mengaktifkan  sel,  tetapi  juga  meningkatkan kemampuan  pertahanan  melawan  penyakit  dan  serangga.  Kitosan   mempunyai efek  pada  pertanian,  misalnya  berperan  sebagai  sumber  karbon  bagi  mikroba  di dalam tanah, mempercepat proses transformasi senyawa organik menjadi senyawa anorganik  dan  membantu  sistem  perakaran  pada  tanaman  untuk  menyerap  lebih banyak nutrien dari tanah. Kitosan diserap oleh akar setelah diuraikan oleh bakteri di dalam tanah. Aplikasi kitosan di bidang pertanian, bahkan tanpa pupuk kimia, dan  meningkatkan  populasi  mikroba  dalam  jumlah  yang  besar,  dan  proses transformasi  nutrien  dari  organik ke  anorganik  yang  mana  lebih  mudah  diserap oleh akar tanaman (Boonlertnirun et al.2008).

Kitosan yang diperoleh dengan deasetilasi kitin, mendorong pertumbuhan tanaman dan akar, dan mempercepat waktu berbunga, hasil buah, dan bobot buah serta meningkatkan  jumlah  bunga pada  buah  anggur (Ohta  et al.  2004). Kitosan merupakan  bahan  kimia,  yang  secara  konsisten  meningkatkan  hasil  panen. Kitosan secara alami memperbaharui sumber nutrisi, yang biokompatibel dengan kehidupan  sel  hewan  dan  tanaman.  Pada  tanaman,  bahwa  kitosan  meningkatkan induksi  antibodi  tanaman,  menginduksi  pytoeleksin dan  protein  inhibitor  yang terkandung  dalam  lignin  (Chandrkrachang  et  al.  2005).  Kitosan  menyebabkan akumulasi  pytoelexin yang  menghasilkan  respon  antifungi  dan  meningkatkan

Perlindungan  dari  infeksi  yang  lebih  jauh  (Vasyukova  2001 dalam Uthairatanakij  et  al.  2007).  Kitosan  dapat  meningkatkan  sinyal  untuk sintesis  hormon  tanaman  seperti  giberelin.  Selain  itu  kitosan  juga  dapat meningkatkan  pertumbuhan  dan  perkembangan  dengan  memberikan  sinyal biosintesis auksin melalui jalur independen triptofan (Uthairatanakij  et al. 2007).

Polikation  alami  kitosan  dapat  menghambat  pertumbuhan  kapang  dan jamur  yang  patogen  di  antaranya  jamur  tanah  Fusarium  oxysporum, Rhizoetonin  solani dan  Phythium  paroecandrum.  Pertumbuhan  tanaman  dengan adanya  kitosan  dapat  berpengaruh  pada  jamur  patogen  dengan  interaksi antimikroba  secara  langsung  maupun  mengaktifkan  pertahanan  alami  dari tanaman tersebut dan membantu jaringan tanaman dalam mencegah infeksi jamur. Dengan  adanya  kitosan,  proses  kolonisasi  patogen  pada  jaringan  tanaman  dapat dicegah dan apabila jaringan tanaman telah terinfeksi, penyebaran patogen dapat dibatasi sehingga tidak meluas ke jaringan lain yang sehat (El Ghaout  et al.1994 dalam Uthairatanakij et al.2007).

Dari berbagai sumber

 

Astri Anjelina Nasution (Staf Laboratorium APH)


Kritik Dan Saran

Pengunjung

1 5 6 2 3 3 3 9
Pengunjung hari ini : 20
Total pengunjung : 2435627
Hits hari ini : 26
Total Hits : 12275115
Pengunjung Online : 1

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id