KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

25/04/2018 - 01:18 AM

Pelatihan pembuatan AnKas (Anti Kering Alur Sadap) Di Desa Mak Kawing Kecamatan Balai Kab Sanggau

Di Publish Pada : 22/12/2017 | Kategori : Jadwal

Kabupaten Sanggau tepatnya di Desa Mak Kawing merupakan salah satu lokasi perkebunan karet masyarakat dengan hampir seluruh masyarakatnya merupakan petani karet. Peyakit yang sering kali ditemukan oleh petani yaitu tentang tidak adanya getah karet yang keluar ketika melakukan penyadapan sehingga berdampak pada tingkat ekonomi masyarakatnya.

Kering Alur Sadap (KAS) atau TPD (Tipping Panel Dryness) atau BB (Brown Bast) adalah gangguan fisiologi tanaman karet yang alur sadapnya kering dan tidak mengeluarkan lateks ketika disadap.  Salah satu akibat terjadinya KAS adalah ketidakseimbangan penyadapan yang melebihi kemampuan tanaman itu sendiri menghasilkan lateks (Tristama, 2006).

Gejala KAS ditandai dengan terdapatnya bagian bagian penyadapan yang tidak mengeluarkan lateks, sehingga bagian tersebut meluas dan akhirnya seluruh bagian pohon tidak mengeluatkan lateks. Kulit bagian dalam yang terserang akan berubah menjadi kecoklatan (Semangun, 2000).

KAS merupakan ancaman bagi petani karet, karena dapat menurunkan hasil produksi karet alam sebesar 15%-20%. Sementara pada perkebunan karet yang produktif kehilangan hasilnya mencapai 20%-25% (Khrisnakumar, 2006).

Pengendalian KAS harus dilakukan secara preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan). Untuk pengobatan KAS bisa dilakukan dengan cara pemberian ANKAS (Anti Kering Alur Sadap). Ankas merupakan formulasi oleokimia dan bahan bahan lainnya, Ankas telah dibuktikan dapat memberikan penyembuhan terhadap tanaman karet yang terserang kering alur sadap. Oleh karena itu pada tanggal 21 Desember 2017 dilakukan pelatihan pembuatan formulasi Ankas pada petani di Desa Mak Kawing.

Formula ANKAS :

  1. CPO 96 %
  2. Fungisida 1 %
  3. ZPT 200 ppm
  4. Ekstak Laos 1 %
  5. Ekstrak Kunyit 1 %

 

Cara Pembuatannya :

  1. Panaskan CPO pada dandang sampai 80oC (jangan sampai mendidih)
  2. Diaduk sampai cpo tersebut encer lalu matikan api pada kompor .
  3. Dimasukan fungisida kedalam CPO setelah agak dingin.
  4. Dimasukan ZPT 200 ppm.
  5. Dimasukan ekstrak laos 1% dan ekstrak kunyit 1%.
  6. Diduk sampai semua bahan benar benar larut.

 

Rizal Muttaqin (Staf Laboratorium APH)


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 23
Total pengunjung : 1763

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id