KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

15/10/2018 - 05:44 PM

Nematoda Baerman Funnel yang dimodifikasi Untuk Ekstraksi Nematoda

Di Publish Pada : 27/12/2017 | Kategori : Jadwal

Ekstraksi nematoda adalah cara untuk memisahkan nematoda dari jaringan tanaman atau dari gumpalan tanah. Ekstraksi nematoda dapat dilakukan baik secara sederhana maupun dengan peralatan sentrifus. Perbedaan cara yang dipilih untuk mengekstraksi nematoda didasarkan pada tujuan dari ekstraksi itu sendiri.

Salah satu dari bergabai tehnik ektraksi Nematoda adalah metode Baerman Funnel atau yang telah dimodifikasi. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :

a. Alat dan Bahan :

1) Alat :

  • gunting akar/ tanaman,
  • pisau,
  • alas potong (telenan),
  • blender,
  • saringan ukuran Ø 20 μm (625#), 50 μm (250#), 200 μm (63#), 400 μm (40#) atau disesuaikan dengan ukuran nematoda yang menjadi target pemeriksaan (atau gunakan satuan ukuran mesh),
  • gelas Beaker ukuran 50 ml,
  • corong gelas diameter mulut corong 20 cm
  • selang plastik disesuaikan diameter pipa corong
  • klem/ penjepit
  • rak corong/ stand, penyangga
  • kasa plastik/ stainless, diameter lubang 1 mm
  • cawan hitung
  • pipet
  • gelas obyek
  • botol semprot
  • kait/ kail nematoda
  • mikroskop stereo
  • mikroskop kompon
  • ember / baskom

2) Bahan

  • sampel tanah (min 100 g) atau tanaman (min 10 g)
  • kertas tissue yang tidak mengandung zat kimia beracun atau parfum
  • air bersih

b. Prosedur Kerja

1) Sampel Akar

  • Akar tanaman dicuci bersih kemudian dipotong-potong ± 0,5 cm.
  • Potongan akar selanjutnya dimaserasi/diblender pada kecepatan 3000 –4000 rpm selama 30 detik (untuk tanaman yang mengandung serat kayu keras), dan selama 15 detik (untuk tanaman lunak).
  • Hasil ekstraksi dimasukkan ke dalam corong yang sudah diberi kasa dan kertas
  • Selanjutnya corong diisi air bersih secara perlahan-lahan sampai seluruh bahan di atas kertas tissue terendam dan diinkubasikan selama 24 jam.
  • Setelah 24 jam klem pada ujung selang dibuka, dan air rendaman ditampung ke dalam gelas Beaker 100 ml atau disesuaikan. Apabila jumlah air terlalu banyak maka nematoda dapat disaring melalui saringan Ø 20 μm (625#). Nematoda yang terperangkap pada saringan diambil dengan cara menyemprotkan air (dengan botol semprot atau air kran), dan airnya ditampung pada gelas .
  • Untuk keperluan pengujian, suspensi nematoda dituangkan secukupnya ke dalam cawan hitung dan diamati di bawah mikroskop stereo.
  • Setiap nematoda yang ditemukan dikait dan diletakkan di atas gelas obyek yang sudah diisi 1 tetes air. Pengamatan akan lebih mudah jika nematoda dimatikan terlebih dahulu dengan memanaskan glas slide di atas bunsen kemudian ditutup dengan glas penutup.
  • Identifikasi dilakukan dengan mengamati ciri-ciri morfologi nematoda menggunakan mikroskop kompon dengan perbesaraan 100x dan dilanjutkan 400x.
  • Hasil identifikasi sebaiknya dilengkapi foto dan deskripsi ciri-ciri morfologi nematoda.

2) Sampel Tanah

  • Kertas tissue/kain maslin diletakkan di atas kasa pada corong Baermann
  • Sampel tanah diletakkan pada kertas tissue pada corong Baermann atau Disaring terlebih dahulu sebelum menggunakan corong Baermann. Penyaringan dimulai dari ukuran Ø 400 μm (40#), 200 μm (63#), 50 μm (250#), dan 20 μm (625#). Suspensi yang diperoleh dari saringan 50 μm (250#), dan 20 μm (625#) dituangkan di atas kertas tissue pada corong Baermann, kemudian diisi air bersih secara perlahan-lahan sampai seluruh bahan di atas kertas tissue terendam dan diinkubasikan selama 24 jam.
  • Setelah 24 jam klem pada ujung selang dibuka, dan air rendaman ditampung ke dalam gelas Beaker 100 ml / disesuaikan. Apabila jumlah air terlalu banyak maka nematoda dapat disaring melalui saringan Ø 20 μm (625#), nematoda yang terperangkap pada saringan diambil dengan cara menyemprotkan air dengan botol semprot, dan airnya ditampung pada gelas Beaker.
  • Untuk keperluan identifikasi, suspensi nematoda dituangkan ke dalam cawan hitung dan diamati di bawah mikroskop stereo.
  • Setiap nematoda yang ditemukan dikait kemudian diletakkan di gelas obyek yang sudah diisi 1 tetes air. Pengamatan menjadi lebih mudah jika nematoda dimatikan terlebih dahulu dengan cara memanaskan gelas objek di atas bunsen.
  • Identifikasi dilakukan dengan mengamati ciri-ciri morfologi nematoda menggunakan mikroskop kompon dengan perbesaraan 100x dan dilanjutkan 400x.
  • Hasil identifikasi sebaiknya dilengkapi foto dan deskripsi ciri-ciri morfologi nematoda yang diidentifikasi.

Dokumentasi Kegiatan :

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Hithman Sitorus, SP (Penyelia Lab. Identifikasi OPT)

 


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 63
Total pengunjung : 8906

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id