KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

14/08/2018 - 10:53 PM

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL UNTUK BAHAN PEMERIKSAAN NEMATODA

Di Publish Pada : 27/12/2017 | Kategori : Jadwal

Nematoda adalah cacing yang berbentuk bulat panjang (gilik) atau seperti benang. Istilah Nematoda berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu nema yang berarti berenang dan ode yang berarti seperti. Nematoda merupakan hewan tripoplastik dan pseudoselomata (berongga tubuh semu).

Nematoda menyebabkan kerusakan pada tanaman. Hampir semua Nematoda hidup di dalam tanah, baik yang hidup bebas di dalam tanah bagian luar akar dan batang di dalam tanah bahkan ada beberapa parasit yang hidupnya bersifat menetap di dalam akar dan batang.

Hal yang sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran nematoda parasit tumbuhan adalah kemampuan deteksi dan identifikasi (diagnosis) yang baik serta ditunjang oleh ketersediaan alat, bahan dan fasilitas pendukung yang memadai.

Adapun tehnik pengambilan sampel dan pemeriksaan Nematoda adalah sebagai beriku :

1. Metoda

a. Alat : Gunting tanaman, cutter, sekop kecil/bor tanah, pisau, corong kaca/plastik, timbangan, alat pembedah, alat pengait nematoda, mikroskop.

b. Bahan : lakban besar, kertas label, kantong plastik gelap/ hitam, kertas koran, media pembawa berupa tanah/ media tumbuh/akar, tanaman/ bagian tanaman yang diduga mengandung nematoda.

2. Prosedur

a. Pengambilan Sampel Dari Barang Kiriman (Consigment)

  • Sampel diambil dari bagian tanaman perkebunan (tanah, akar, daun) yang bergejala dan diduga terserang nematoda.
  • Jumlah sampel yang diambil disesuaikan dengan bahan yang tersedia.

2. Pengambilan Sampel Dalam Pemantauan atau Pemeriksaan Nematoda di            Lapangan

  • Sampel tanah harus diambil dari tanaman yang menunjukkan gejala sakit atau diduga sakit dan dari tanaman sehat.
  • Setiap pengambilan sampel tanah diupayakan untuk menyertakan tanaman atau bagian tanaman, misalnya akar, batang, daun dan sebagainya.
  • Sampel tanah dan akar diambil sebanyak 100 g dari daerah perakaran.
  • Sampel akar sebaiknya bagian yang masih muda dan masih mengalami pertumbuhan.
  • Untuk mendapatkan nematoda dari batang-ranting, sampel diperoleh dengan cara memotong cabang/ranting sepanjang 15-20 cm.
  • Pengambilan sampel tanaman yang berukuran kecil, dilakukan dengan mengambil seluruh tanaman dan tanah di sekitar perakaran
  • Sampel tanah yang diambil sebaiknya memiliki kelembaban cukup (sesuai kapasitas lapang). Khusus untuk ekstraksi nematoda sista atau cyst forming nematodes, sampel tanah diambil dari tanah yang relatif kering atau disesuaikan dengan spesies nematoda.
  • Sampel tanah diambil di daerah perakaran (rhizosphere) pada ke dalaman (jeluk) 7,5 - 45,0 cm. sampel tanah diambil dari kedalaman 30 – 38 cm.
  • Jumlah sampel tanah dan tanaman harus mencukupi sehingga hasil ekstraksi dapat menggambarkan kepadatan populasi nematoda.
  • Jika sampel tanah dan tanaman berasal dari areal yang luasnya 3 ha atau lebih, sebaiknya sampel dibagi menjadi beberapa bagian (tidak disatukan).
  • Jika lahan kurang dari 500 m2 minimal 8 – 10 sub sampel; untuk lahan 500 m2 – 0,4 ha minimal 1 - 15 sub sampel; untuk lahan 0,4 – 2 ha minimal 20 sub sampel atau 40 sub sampel jika memungkinkan.
  • Pengambilan sampel di lapangan secara umum dapat diambil 30 – 50 titik
  • Sampel tanah dan tanaman dimasukkan ke dalam tempat yang dapat mencegah kekeringan dan diletakkan pada tempat yang teduh untuk menghindari kematian nematoda.
  • Pada setiap sampel (tanah atau bagian tanaman) diberi label yang berisi keterangan lengkap mengenai sampel tersebut.
  • Pada waktu mengambil sampel, keterangan mengenai sejarah pertanaman, pengelolaan tanah dan tanaman, jenis gulma pada lahan tersebut, tipe dan jenis tanah, lokasi geografi, waktu penaman dan pengambilan sampel sebaiknya dicatat untuk bahan pertimbangan.

 

Hithman Sitorus, SP (Penyelia Lab. Identifikasi OPT)


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 74
Total pengunjung : 5138

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id