KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

19/02/2018 - 04:49 AM

IDENTIFIKASI BAKTERI MELALUI UJI BIOKIMIA

Di Publish Pada : 18/01/2018 | Kategori : Jadwal

Uji biokimia merupakan bagian dari prosedur identifikasi untuk menentukan genus atau spesies bakteri tertentu. Tidak seperti mikroorganisme golongan cendawan terutama kelas deutromycetes, tiap spesies memiliki karakteristik morfologi yang dapat dibedakan sehingga dapat dijadikan sebagai dasar identifikasi. Akan tetapi, golongan bakteri memiliki variasi bentuk morfologi yang terbatas (basil, cocus, dan spiral) sehingga sulit untuk membedakan satu spesies dengan spesies lainnya tanpa uji biokimia. Pada prinsipnya, uji biokimia dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam mereaksikan senyawa kimia sehingga menghasilkan senyawa kimia yang lain yang dikaitkan dengan sifat bakteri itu sendiri. Umumnya, untuk mengetahui adanya reaksi tertentu diperlukan suatu senyawa indikator atau reagen yang berbeda-beda tergantung bahan kimia yang ditambahkan. Beberapa contoh uji biokimia yang umum dilakukan untuk membedakan bakteri yang satu dengan lainnya antara lain:

1. Uji Gram

Uji gram merupakan langkah awal dalam identifikasi bakteri. Uji gram bertujuan untuk mengetahui kelompok bakteri gram negatif atau positif. Uji gram dilakukan dengan meneteskan larutan KOH 3% pada koloni bakteri di atas obyek glass steril, kemudian koloni diangkat ke atas pelan-pelan dengan menggunakan jarum ose. Apabila koloni bakteri membentuk benang (elastis), maka bakteri tersebut bersifat gram negatif, jika sebaliknya bakteri tersebut gram positif (Stoica, 2016).

Pengujian gram dengan KOH didasarkan pada pelisisan lipid oleh KOH yang mana bakteri gram negatif memiliki lapisan lipid bilayer, peptidoglikan yang tipis, dan sebagian besar dinding selnya tersusun atas lipoprotein yang akan lisis ketika ditetesi KOH, sehingga menyebabkan DNA keluar sel. Adanya viskositas tinggi dari DNA yang keluar sel tersebut menghasilkan substansi mucus yang nampak seperti lendir jika ditarik ke atas. Sedangkan gram positif dinding selnya tersusun atas lapisan peptidoglikan yang tebal sehingga tidak mudah lisis akibat KOH.

 

2. Uji Katalase

Katalase adalah enzim yang dimiliki oleh mayoritas bakteri dan terlibat dalam dekomposisi hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Hidrogen peroksida dan oksigen digunakan untuk transport elektron dalam fermentasi bakteri aerobik maupun aerobik fakultatif. (Stoica, 2016). Uji katalase bertujuan untuk mengetahui enzim katalase yang dihasilkan bakteri dengan cara meneteskan larutan hidrogen peroksida (H2O2) 3% pada koloni bakteri di atas obyek glass steril. jika terdapat gelembung maka bakteri tersebut positif mengandung enzim katalase (Stoica, 2016).

 

3. Uji Indol

Uji indol dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakteri memecah triptofan asam amino membentuk senyawa indol. Triptofan dihidrolisis oleh triptofanase untuk menghasilkan tiga kemungkinan produk akhir, salah satunya adalah indol. Produksi indol terdeteksi oleh reagen Kovac atau Ehrlich yang tersusun atas 4-p-benzaldehid dimethylamino, reagen ini bereaksi dengan indol, sehingga menghasilkan senyawa berwarna merah.

Uji indol adalah uji biokimia yang umum digunakan untuk membedakan Enterobacteriaceae dan genera lainnya (Acharya, 2012). Prosedur uji indol adalah dengan menginokulasikan biakan bakteri pada medium SIM, kemudian diinkubasikan selama 24-48 jam pada suhu 370 C. Kultur ditetesi dengan 0,5 ml reagen Kovac’s. Reaksi positif ditandai jika terdapat warna merah pada permukaan medium yang menunjukkan bahwa bakteri mampu memecah asam amino triptofan (Acharya, 2012).

 

4. Uji Merah Metil

Uji merah metil dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan mikroba dalam memfermentasikan asam campuran ketika disuplai glukosa. Jenis dan proporsi produk fermentasi yang dihasilkan oleh fermentasi glukosa secara anaerob sangat membantu untuk membedakan berbagai genera enterik bacteria. Sejumlah besar asam menghasilkan penurunan yang signifikan terhadap pH media di bawah 4,4. Hal ini divisualisasikan dengan menggunakan indikator pH, metil merah (asam p-dimethylaminoaeobenzene O-karboksilat), dan jika berwarna kuning, pH di atas 5.1 dan merah pada pH 4,4. yang mana metil merah mendeteksi asam jauh lebih rendah dari pH indikator lain yang digunakan dalam media kultur bakteri (Acharya, 2014). Uji merah metil dilakukan dengan menginokulasikan biakan murni ke dalam tabung reaksi yang berisi MR-VP medium kemudian diinkubasikan pada suhu 35-370 C selama 24-48 jam atau hingga medium terlihat keruh, kemudian 5 tetes metil merah diteteskan ke dalam tabung. Reaksi positif terjadi jika terbentuk warna merah pada media dan sebaliknya jika media berwarna kuning (Acharya, 2014).

 

5. Uji Voges - Proskauer

Organisme seperti anggota kelompok Enterobacter menghasilkan asetoin sebagai produk akhir metabolisme glukosa dan membentuk jumlah yang lebih kecil dari asam campuran. Adanya oksigen dan 40% kalium hidroksida, asetoin diubah menjadi diacetyl, dan alpha-naftol berfungsi sebagai katalis untuk mengeluarkan kompleks merah (Acharya, 2015).

Uji Voges-Proskauer dilakukan dengan menginokulasikan biakan murni ke dalam tabung reaksi yang berisi MR-VP medium, kemudian diinkubasikan pada suhu 370 C selama 24-48 jam atau hingga medium terlihat keruh. Teteskan 0,6 ml reagen Baritts A dan reagen Baritts B. Reaksi positif ditandai dengan warna merah-kehitaman di permukaan media setelah 30 menit, jika media dikocok, maka warna media menjadi merah-kehitaman seluruhnya (Stoica, 2016).

 

PUSTAKA

Acharya T. 2014. Methyl Red (MR) test: Principle, procedure and Results (Online). http://microbeonline.com/methyl-red-mr-test-principle-procedure-results/. Diakses tanggal 24 Juni 2016.

Acharya T. 2015. Voges Proskauer (VP) Test: Principle, Procedure and Results (Online). http://microbeonline.com/voges-proskauer-test-principle-procedure-results/Diakses tanggal 24 Juni 2016.

Acharya T, 2012). Indole Test: Principle, Procedure and Results (Online). http: //microbeonline.com /indole-test-principle-procedure-results/. Diakses tanggal 24 Juni 2016.

Stoica C. 2016. Biochemical test & Method for bacterial Identification; Catalase - Test (On line). http://www.tgw1916.net/Tests/catalase.html. Diakses tanggal 24 April 2016.

Stoica C. 2016. Biochemical test & Method for bacterial Identification; KOH-Test (On line). http://www.tgw1916.net/Tests/nitrates.html. Diakses tanggal 24 April 2016.

Stoica C. 2016. Biochemical test & Method for bacterial Identification; Voges-Proskauer-Test (On line). http://www.tgw1916.net/Tests/vp.html. Diakses tanggal 24 April 2016.


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 386

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : bptpbunpontianak@pertanian.go.id