KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

14/12/2018 - 05:39 AM

Pelayanan Klinik Tanaman Menuju Wilayah Perbatasan RI-Malaysia di Desa Nanga Bayan

Di Publish Pada : 20/12/2017 | Kategori : Perkebunan

Nanga Bayan adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Desa Nanga Bayan secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia. Jaraknya hanya sembilan kilometer dari Malaysia dengan dipisahkan Bukit. Komoditas lada masih jadi andalan sektor perkebunan masyarakat perbatasan. Meskipun begitu, tidak berarti tanpa masalah tentang tanaman lada yang mereka budidayakan. Beberapa koran lokal Kalimantan Barat pernah memberitakan mengenai serangan OPT yang menyerang tanaman lada di Kawasan perbatasan khusunya di Desa Nanga Bayan. Akses jalan menuju Desa Nanga Bayan yang tidak kondusif menjadi tantangan tersendiri bagi petani untuk memasarkan hasil panennya. Selama ini petani menjual hasil panennya ke wilayah Balai Karangan Kabupaten Sanggau.

Dalam rangka merespon serangan OPT yang melanda wilayah Kawasan perbatasan ini, maka Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak menurunkan personel Klinik Tanaman yang terdiri dari Analis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dan Analis APH (Agens Pengendali Hayati) didampingi dengan petugas dari UPPT Sintang untuk meninjau ke lokasi serangan OPT di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang.

Tim Klinik Tanaman BPTP Pontianak berangkat menuju Balai Karangan Kab. Sanggau untuk bertemu dengan petugas UPPT dari Kab. Sintang untuk kemudian Bersama menuju Desa Nanga Bayan. Jarak dari Kota Pontianak menuju Balai Karangan sekitar 220 Km. Perjalanan dimulai dari Balai Karangan pada siang hari untuk menuju ke Desa Nanga Bayan. Keadaan jalan pada umumnya masih berupa tanah merah, walaupun ada jalan aspal sekitar 10 km dan jalan pasir berbatu. Karena di musim penghujan sehingga keadaan jalan menuju Desa Nanga Bayan cukup sulit untuk dilalui walaupun menggunakan kendaraan berpenggerak 4 roda. Karena keadaan sudah mulai malam, akhirnya diputuskan untuk menginap di Desa Senaning Kecamatan Ketungau Hulu (Sekitar 100 Km dari Balai Karangan). Di Desa Senaning, Tim Klinik Tanaman disambut oleh tokoh masyarakat di Wilayah Ketungau yaitu Sdr. Ambresius Murjani yang memberi penjelasan mengenai keadaan sosial dan permasalahan petani di wilayah perbatasan. Setelah bermalam di Desa Senaning, pada pagi hari perjalanan dilanjutkan menuju Desa Nanga Bayan dengan jarak sekitar 60 Km.

Setelah tiba di Desa Nanga Bayan, Tim Klinik Tanaman dengan dibantu oleh tokoh masyarakat mulai mengumpulkan para petani dan bersama-sama melakukan peninjauan ke kebun lada. Setelah melakukan pengamatan langsung dengan petani, didapatkan beberapa OPT yang menyerang tanaman lada di Desa Nanga Bayan. OPT yang paling dominan menyerang tanaman lada yaitu Busuk Pangkal Batang (BPB) dengan intensitas serangan yang beragam dari mulai tanaman dengan gejala serangan ringan sampai tanaman mati. Selain Busuk Pangkal Batang, terdapat juga serangan Jamur Pirang yang jika tidak diantisipasi dapat berpotensi untuk merugikan di masa yang akan datang.

Setelah melakukan peninjauan ke lapangan, petugas dari Klinik Tanaman dibantu oleh petugas UPPT dan tokoh masyarakat melakukan diskusi untuk mendengarkan keluhan petani. Berdasarkan hasil diskusi dengan petani, maka didapatkan keterangan setidaknya 100 hektar tanaman lada di wilayah Desa Senaning terserang Busuk Pangkal Batang. Petugas dari Klinik Tanaman BPTP Pontianak memberikan informasi berupa cara penanggulangan serangan Busuk Pangkal Batang secara kimiawi dan hayati. Selain contoh berupa bahan kimia dan agens hayati untuk pengendalian, bahan informasi berupa leaflet dan poster tentang OPT pada tanaman lada dibagikan pada petani. Petugas dari Klinik Tanaman BPTP Pontianak juga menjelaskan mengenai penting budidaya lada yang baik dan benar sesuai dengan anjuran.

Beberapa OPT yang ditemukan berdasarakan hasil pengamatan di lapangan pada kebun petani yaitu :

-       Penyakit Kuning ± 10 %

-       Penyakit Jamur Pirang ± 15 %

-       Penyakit Marasmius ± 5 %

-       Hama Pengisap buah lada ± 10 %

-       Hama Pengisap bunga lada ± 10 %

-       Hama Penggerek batang lada ± 5 %

Rekomendasi pengendalian yang dapat dilaksanakan adalah Pengendalian Secara Terpadu (PHT) untuk pengendalian OPT lada yaitu dengan cara memadukan beberapa jenis pengendalian. Beberapa rekomendasi yang diberikan kepada instansi terkait dan petani diantaranya :

  1. Memusnahkan tanaman terserang OPT dengan intensitas serangan berat  dengan cara dibakar di luar kebun supaya tidak meluas pada kebun yang lain
  2. Penyiangan gulma terbatas hanya pada piringan tanaman lada
  3. Mengikat/memotong sulur bagian bawah ± 30 cm dari permukaan tanah untuk mengurangi kelembaban pada pangkal tanaman lada 
  4. Memotong sulur cacing dan sulur gantung
  5. Menanam tanaman penutup tanah jenis Arachis di kebun lada. Tanaman Arachis banyak ditemukan tumbuh di halaman rumah warga setempat.
  6. Melakukan pengendalian mekanis untuk Penyakit Jamur Pirang dengan memotong cabang yang terserang dan memusnahkannya
  7. Penggunaan fungisida berbahan aktif asam fosfit untuk pengendalian Penyakit BPB. Serangan ringan BPB dengan menggunakan Trichoderma spp. 100 gr/tanaman
  8. Menggunakan stek sehat (berasal dari pohon yang 100 % sehat)
  9. Melakukan perlakuan lubang tanam dengan dibakar kemudian jika akan menanam baru disiram dengan fungisida.
  10. Memperbaiki drainase kebun
  11. Melakukan sterilisasi alat dengan cara merendam alat dengan bayclean (merk pemutih pakaian) sebelum melakukan aktivitas
  12. Melakukan pengamatan rutin di kebun
  13. Sebagai langkah pencegahan penyakit adalah penaburan jamur Trichoderma spp. Pada lubang tanam lada sebanyak 50 gr/lubang tanam dan perlakuan pada tanaman belum terserang seabnayak 100 gr/tanaman

Sesuai tugas, pokok dan wewenang yang dimiliki oleh Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak, bantuan yang dapat diberikan dalam rangka pengendalian OPT lada ini adalah bantuan peminjaman peralatan dan bantuan tenaga teknis dalam rangka pembinaan pendampingan kegiatan pengendalian.

 

Erwin Irawan Permana

POPT Ahli Muda


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 45
Total pengunjung : 12459

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id