KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

18/11/2018 - 06:35 PM

Keselamatan Aplikasi Pestisida

Di Publish Pada : 13/04/2018 | Kategori : Jadwal

Pestisida merupakan bahan beracun. Oleh karena itu faktor keamanan pada saat melakukan penyemprotan harus mendapat perhatian, baik pada manusia mapun terhadap lingkungan. Keselamatan aplikasi dapat diartikan sebagai “Suatu perilaku yang mengutamakan keamanan dalam setiap tindakan. Jika ada suatu keputusan yang bertentangan tentang hal keuntungan, hasil atau keamanan, maka keamanan yang harus didahulukan”. Pestisida merupakan bahan beracun. Oleh karena itu faktor keamanan pada saat melakukan penyemprotan harus mendapat perhatian, baik pada manusia mapun terhadap lingkungan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam rangka keselamatan aplikasi pestisida yaitu :

1. Keamanan terhadap manusia

Keamanan terhadap manusia khususnya pada petugas penyemprot dan pekerja lain di lahan tersebut. Petugas penyemprot harus dilengkapi dengan celana panjang, baju lengan panjang, topi atau penutup kepala, masker, sarung tangan, dan kaca mata khusus.

 2. Keamanan terhadap lingkungan

Penanganan pestisida agar tidak mencemari lingkungan juga harus mendapat perhatian, yaitu :

  • Hindari kebocoran peralatan semprot
  • Hindari tetesan larutan semprot dari tanaman ke tanah
  • Jangan membuang sisa larutan semprot sembarangan
  • Jangan mencuci pakaian dan peralatan semprot yang telah digunakan di mata air atau sungai
  • Bekas kemasan pestisida dibakar selanjutnya dikubur

Faktor-faktor lain yang harus diperhatikan dalam keselamatan aplikasi pestisida yaitu :

  • Penyemprotan harus dilakukan sambil berjalan mundur  agar petugas penyemprot tidak terpapar langsung oleh pestisida
  • Jangan    makan,    minum    atau    merokok    selama    melakukan aktivitas penyemprotan pestisida
  • Jangan menyentuh tanaman yang baru disemprot
  • Cuci tangan sebelum makan, minum atau merokok
  • Bersihkan badan dan cuci pakaian yang telah setelah digunakan.
  • Selain petugas penyemprotan, pekerja lainnya dilarang berada di areal penyemprotan selama berlangsungnya kegiatan penyemprotan pestisida dan dilarang masuk ke lahan yang telah selesai dilakukan penyemprotan minimal 1 jam setelah penyemprotan pestisida.

Pertolongan Pertama Pada Keracunan Pestisida

Keracunan karena Pestisida bisa terjadi karena hal-hal yang tidak terduga, seperti tumpahnya cairan pestisida dan terpapar pada bagian tubuh tertentu tanpa disengaja. Kebocoran pada alat semprot yang tidak diprediksi sebelumnya karena faktor tidak disengaja seperti alat semprot jatuh ketika dalam pemakaian. Pada umumnya, keracunan Pestisida terjadi karena faktor kurangnya pengetahuan mengenai keselamatan aplikasi pestisida dan pemahaman mengenai kegunaan dan bahaya pestisida seperti tercantum pada labelnya. 

 

Gejala keracunan: lesu dan cepat lelah,sakit kepala,pusing,pandangan kabur,perut mual,muntah-muntah,otot terasa pegal,badan terasa gemetar,kejang-kejang,mengeluarkan air liur secara berlebihan,kesulitan bernapas,mata terasa gatal/terbakar,iritasi kulit,pupil mata menyempit,diare dan pingsan.

Pertolongan pada pestisida tertelan :

  • Cari informasi jenis pestisidanya
  • Lakukan pemuntahan,apabila penderita dlm keadaan sadar,jika tidak sadar longgarkan pakaiannya, jika napas terhenti berikan napas buatan
  • Setelah muntah berikan norit (3 sendok makan dlm 1 gelas air) sesering mungkin
  • Bawa segera ke dokter

Pertolongan pada pestisida terkena kulit :

  • Buka pakaian kerja segera mandi dengan sabun dan air yg banyak
  • Keringkan tubuh dg handuk yg kering dan bersih
  • Segera ke dokter
  • Pakaian kerja yg terkontaminasi dibakar krn sulit dibersihkan secara tuntas

Pestisida terkena mata :

  • Buka mata dan cuci dg air bersih yg mengalir selama 15 menit
  • Tutup mata dg kain yg bersih
  • Segera ke dokter

Pestisida terhisap lewat pernapasan :

  • Menjauh dari tempat kerja, tidurkan ditempat yang berudara bersih dan segar
  • Kendorkan pakaian untuk memudahkan pernapasan
  • Segera ke dokter

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Erwin Irawan Permana

POPT Ahli Muda


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 49
Total pengunjung : 10979

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id