KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

22/10/2019 - 06:55 AM

Klinik Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak

Di Publish Pada : 26/02/2019 | Kategori : page

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak merupakan UPT Direktorat Jenderal Perkebunan, yang berfungsi khusus untuk memberikan pelayanan di bidang proteksi tanaman perkebunan hampir di seluruh Pulau Kalimantan.

BPTP Pontianak mempunyai personal yang handal di bidang perlindungan tanaman, dengan perangkat pendukung yang langsung berhubungan dengan petani berupa Unit Pembinaan Perlindungan Tanaman (UPPT) di 34 kecamatan yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Wilayah kerja BPTP Pontianak selain di seluruh Kalimantan Barat juga mencakup Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Dasar pembentukan BPTP Pontianak adalah Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor : 11/Permentan/OT.210/02/2008 Tanggal 6 Pebruari 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak. Tugas Pokoknya adalah Melaksanakan Analisis dan Pengembangan Proteksi Tanaman Perkebunan. Untuk mengemban tugas tersebut BPTP Pontianak memiliki 5 instalasi yaitu: 1) Laboratorium Lapangan, 2) Laboratorium Pengendalian Hayati, 3) Sub Laboratorium Hayati, 4) Brigade Proteksi Tanaman (BPT) dan 5) Unit Pembinaan Perlindungan Tanaman (UPPT), yang dilengkapi sarana pendukung berupa 6 unit Laboratorium (Lab. Hama, Lab. Penyakit, Lab. Uji Mutu APH, Lab. Entomopatogen, Lab. Antagonis, Sub Lab. Hayati), 2 Rumah Kassa, Rumah Kompos, Rumah Semai, Lantai Jemur, Asrama dan kebun koleksi.

Dengan dukungan sarana dan prasarana tersebut BPTP Pontianak dapat melakukan pengkajian-pengkajian untuk menghasilkan teknologi terapan di bidang perlindungan tanaman perkebunan dan menjadi rujukan bagi UPTD Proteksi dan Bidang Perlindungan Tanaman di regional Kalimantan.

BPTP Pontianak juga memiliki unit pelayanan umum berupa Klinik Tanaman Perkebunan. Klinik Tanaman Perkebunan ini dibentuk untuk melayani petani/masyarakat yang terdiri atas Perkebunan Besar Swasta, praktisi perkebunan, pelajar, mahasiswa, petugas dinas terkait dalam bidang perlindungan tanaman perkebunan.

Inspirasi awal pembentukan klinik tanaman ini adalah niatan untuk membantu petani/masyarakat yang menanam atau mengusahakan komoditas perkebunan. Kita tidak bisa menutup mata bahwa pembangunan perkebunan yang telah dilaksanakan selama ini tanpa disadari telah merubah kondisi ekosistem yang mendorong munculnya masalah-masalah gangguan usaha baik yang berupa OPT maupun non OPT.

Paradigma pembangunan perkebunan saat ini adalah membangun masyarakat perkebunan melalui usaha pokok komoditas perkebunan. Ini berarti bahwa pembangunan perkebunan merupakan sasaran antara, sedangkan sasaran akhir yang ingin dicapai adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat perkebunan dan wilayah sekitarnya. Gangguan OPT pada tanaman perkebunan dapat menurunkan produksi yang berarti secara signifikan menurunkan pendapatan petani.

Klinik Perkebunan

Total luas areal perkebunan yang ada di Kalbar ± 1.071.139 ha. Dari total luas tersebut ± 841.801 ha adalah perkebunan rakyat yang melibatkan ± 503.692 KK, itu berarti setidaknya ada 503.692 orang yang butuh informasi, bimbingan, media untuk berkomunikasi, berkonsultasi maupun berkoordinasi untuk pengusahaan komoditas perkebunan yang mereka tanam, untuk memecahkan masalah gangguan OPT di kebunnya atau bahkan memecahkan masalah gangguan usaha di kebunnya, dan kita juga sangat menyadari bahwa rasio antara jumlah petani tidak sebanding dengan jumlah penyuluh maupun petugas perlindungan tanaman perkebunan.

Keterbatasan jumlah petugas/penyuluh dan keterbatasan kapabilitas petugas/penyuluh menginspirasi kami untuk mendirikan klinik tanaman perkebunan dengan memberikan layanan yang meliputi : Pertama, Identifikasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang komoditi perkebunan. Kedua, Identifikasi Musuh Alami. Ketiga, Konsultasi teknis pengendalian OPT dan pemberian rekomendasi pengendalian OPT perkebunan.

Keempat, Penyediaaan agens hayati spesifik lokasi Kalimantan Barat. Kelima, Penyediaan tenaga teknis untuk pendampingan kegiatan pengendalian OPT di lapang. Keenam, Penyediaan sarana pengendalian berupa peralatan pengendalian OPT.

Penggunaan nama klinik tanaman mengadopsi klinik kesehatan yang sudah terlebih dahulu akrab di telinga masyarakat umum, sehingga mudah dikenali dan diketahui fungsinya oleh masyarakat. Klinik tanaman BPTP Pontianak memberikan layanan gratis dan mudah diakses oleh masyarakat baik dengan datang secara langsung ke klinik dan dapat pula melaui layanan online internet atau melaui sms center.

Kami mengharapkan peran serta dari masyarakat terutama yang sudah/pernah menjadi klien klinik agar mau dan mampu melaksanakan pengendalian hama terpadu (PHT) di kebunnya dan di lingkungan sekitarnya, serta membantu menyebarluaskan informasi mengenai keberadaan klinik tanaman perkebunan kepada petani lain di lingkungan sekitarnya.

Untuk kemudahan akses pelayanan dan pengaduan klinik tanaman perkebunan BPTP Pontianak dapat melalui SMS Center BPTP Pontianak : 081257948885, Email : bptpbun_@yahoo.co.id, Website : http://ditjenbun.deptan.go.id/perlindungan/bptp Pontianak, Faximile Kantor BPTP Pontianak (0561) 882784, dan Telepon Kantor BPTP Pontianak (0561) 883632. Evy Taviana, BPTP Pontianak


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 142
Total pengunjung : 40804

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id