KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

22/10/2019 - 06:02 AM

Brigade Proteksi Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak

Di Publish Pada : 26/02/2019 | Kategori : page

Mengacu pada UU No.  12 / 1992  tentang  Sistem Budidaya Tanaman, bahwa pada dasarnya perlindungan tanaman merupakan tanggung jawab masyarakat / petani dan pemerintah. Petani sebagai pemilik bekewajiban mengendalikan gangguan OPT di lahannya, segala tindakan dan usaha perlindungan menjadi tanggung jawab masyarakat. Sejauh mungkin dalam menangani permasalahan perlindungan tanaman dikembangkan kea rah pemecahan masalah di tingkat lapangan.

Pemerintah berkewajiban dalam memotivsi agar petani menyadari, mau dan mampu melaksanakan sistem perlindungan tanaman secara efektif, efisien dan aman. Upaya tersebut harus dilakukan secara terus menerus melalui penyuluhan dan bimbingan serta penyediaan teknologi  pengendalian yang tepat guna. Pendistribusian sarana pengendalian merupakan faktor yanga sangat menentukan keberhasilan pengendalian. Sehubungan dengan hal tersebut perlu sebuah institusi / unit khusus untuk pengendalian OPT yang selalu siap digunakan apbila diperlukan. BPTP Pontianak adalah Unit kerja terkait yang menangani permasalahan gangguan usaha perkebunan khususnya yang disebabkan OPT, memiliki instalasi Klinik Tanaman (Lab. Hama, Lab. Penyakit, Lab. APH, Sub Lab. APH, Brigade Proteksi)

Brigade Proteksi Tanaman ( BPT ) merupakan suatu unit pelaksana pengendalian yang mempunyai tugas pokok membantu petani dalam pengendalian OPT di daerah sumber serangan dan daerah yang mengalami eksplosi serangan OPT. dalam pelaksanaanya BPT dapat dibantu oleh Regu Pengendalian Hama ( RPH )/ petani setempat. Peran BPT di lapangan sangat pentingdalam mengambil / menentukan langkah operasional pengendalian untuk mengatasi kondisi tertentu terutama pada daerah yang permasalahan OPT nya belum dapat diatsi oleh petani secara mandiri.

Brigade Proteksi Tanaman

BPT merupakan suatu unit pelaksana pengendalian OPT di lapangan yang bertujuan :

  1. Menyediakan bahan dan alat ( sarana dan prasarana ) yang diperlukan dalam pengendalian OPT.
  2. Menyediakan tenaga terampil dalam pengendalian OPT.
  3. Melaksanakan pengendalian OPT secara cepat dan tepat terutama bila terjadi eksplosi serangan.
  4. Membantu dan bekerjasama dengan petani dalam menekan perkembangan OPT dengan cepat dan tepat.

BPT adalah gugus tugas yang bergerak secara cepat dibantu oleh Regu Pengendali Hama (RPH) / Regu Proteksi Kelompok Tani yang secara khusus menangani pengendalian OPT dan dapat dioperasianolkan setiap saat bila diperlukan.

Tugas Pokok dan Fungsi Brigade Proteksi Tanaman

Secara khusus menangani masalah pengendalian OPT dan mempunyai tenaga terampil, bergerak secara cepat  dan mempunyai sarana pengendalian yang memadai.

Dalam operasional pengendalian OPT di lapangan, BPT mempunyai tugas dan fungsi antara lain sebagai berikut :

  1. Memimpin operasional gerakan pengendalian OPT  yang timbul eksplosi  dan pengendalian daerah – daerah sumber serangan
  2. Menyediakan, menyiapkan dan merencanakan pendistribusian bantuan sarana pengendalian berupa peralatan, pestisida, tenaga pelaksana dan perlengkapan lainnya apabila diperlukan
  3. Melaksanakan inventarisir, perawatan dan perbaikan terhadap sarana pengendalian yang dimiliki oleh BPT
  4. Melaksanakan bimbingan dan meningkatkan keterampilan RPH / petani dalam operasional pengendalian OPT di wilayah kerjanya
  5. Mengevaluasi dan melaporkan kegiatan operasional dan hasil pengendalian OPT
  6. Membantu upaya – upaya penerapan, pemasyarakatan dan pelembagaan Pengendalian Hama Terpadu ( PHT )
  7. Melaksanakan oprasional penanggulangan dampak perubahan iklim (banjir dan kekeringan )

Dalam operasional di lapangan, fungsi BPT didukung oleh Regu Proteksi Kelompok Tani yang mempunyai tugas dan fungsi antara lain sebagai berikut :

  1. Melakukan pengamatan kebun di wilayahnya, melaporkan apabila terjadi gejala serangan OPT pada kebun yang diamati sebagai bahan pengambilan keputusan perlu/tidaknya dilakukan pengendalian OPT.
  2. Bersama dengan Brigade Proteksi BPTP Pontianak dalam melakukan gerakan pengendalian eksplosi  OPT, melakukan inventarisasi, pengamatan gangguan usaha non OPT
  3. Menyediakan, menyiapkan sarana pengendalian berupa peralatan, pestisida, tenaga pelaksana dan perlengkapan lainnya apabila diperlukan
  4. Meningkatkan keterampilan RPH/petani anggota/Kelompok Tani lainnya dalam operasional pengendalian OPT di wilayahnya
  5. Membantu upaya–upaya penerapan, pemasyarakatan dan pelembagaan Pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) kepada anggota kelompok tani/kelompok tani lainnya

Satu unit Regu Proteksi terdiri dari 10 – 15 orang dengan susunan keanggotaan ada ketua, sekretaris, bendahara, seksi/anggota berasal dari koptan / gapoktan yang sudah terbentuk.

  1. Petani alumni SLPHT.
  2. Anggota Koptan yang aktif & produktif.
  3. Mempunyai kemauan & kemampuan dalam membangun koptan.
  4. Mempunyai lahan persawahan.
  5. Mempunyai pengaruh ( perangkat desa/pengurus gapoktan aktif/petani aktif).
  6. Peduli terhadap kesehatan produk pertanian, kesehatan manusia & lingkungan.

Untuk meningkatkan kemampuan anggota Regu Proteksi harus mengikuti pelatihan antara lain :

  1. Pengenalan jenis dan alat pengendalian, kalibrasi serta pemeliharaan alat.
  2. Jenis OPT & cara pengendalian ( fisik, mekanik dll.)
  3. Pengenalan jenis pestisida dan agens hayati..
  4. Teknis aplikasi 6 ( enam ) tepat.
  5. Pestisida dan kegunaannya serta bahaya nya.
  6. Faktor keamanan dan kesehatan 

Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 142
Total pengunjung : 40795

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id