KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

22/10/2019 - 07:07 AM

Unit Pembinaan Perlindungan Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak

Di Publish Pada : 11/03/2019 | Kategori : page

UNIT PEMBINAAN PERLINDUNGAN TANAMAN (UPPT)

Perlindungan tanaman memiliki peran penting dalam usaha perkebunan terutama dalam menekan kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan meningkatkan nilai tambah produk perkebunan. Dalam mendukung pelaksanaan pengendalian OPT pemerintah pusat telah membangun perangkat-perangkat perlindungan perkebunan di seluruh Indonesia yang sampai dengan tahun 2017 berjumlah 578 yang diantaranya terdiri dari 28 unit Laboratorium Lapang (LL), 4 unit Laboratorium Utama Pengendali Hayati (LUPH), 12 unit Sub Laboratorium Hayati, 31 unit Brigade Proteksi Tanaman (BPT), dan 500 Unit Pembinaan Proteksi Tanaman (UPPT). Dengan tersedianya perangkat perlindungan perkebunan tersebut diharapkan upaya pengendalian OPT perkebunan di masing-masing provinsi dapat dilakukan dengan cepat dan efektif (Data Ditjenbun).

Petugas UPPT BPTP Pontianak adalah personil/sumberdaya manusia perlindungan tanaman yang diberi tugas dan tanggungjawab serta hak secara penuh oleh Kepala BPTP Pontianak untuk melakukan kegiatan pengelolaan OPT dan Dampak Perubahan Iklim (DPI). Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) merupakan ujung tombak perlindungan tanaman perkebunan karena mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pelaksanaan pengamatan OPT dan pembinaan pengendalian OPT di lapangan.

Petugas UPPT menjadi pendamping petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian OPT perkebunan.

BPTP Pontianak mempunyai perangkat yang langsung sebagai penghubung antara petugas/penyuluh dengan petani yang dinamakan Unit Pembinaan Perlindungan Tanaman (UPPT) di 34 Kecamatan yang tersebar di seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, diantaranya :

1

Kabupaten Mempawah

UPPT Batu Layang

UPPT Sungai Kunyit

UPPT Toho

2

Kabupaten Kubu Raya

UPPT Rasau Jaya

UPPT Ambawang

UPPT Kakap

3

Kabupaten Landak

UPPT Ngabang

UPPT Sengah Temila

4

Kabupaten Bengkayang

UPPT Bengkayang

UPPT Sungai Raya

UPPT Sunggau Ledo

UPPT  Samalantan

5

Kota Singkawang

UPPT Singkawang

6

Kabupaten Sambas

UPPT Sambas

UPPT Paloh

UPPT Pemangkat

7

Kabupaten Sanggau

UPPT Kapuas

UPPT Mukok

UPPT Batang Tarang

UPPT Beduai

UPPT Balaikarangan

Sub Lab Parindu

8

Kabupaten Sekadau

UPPT Sekadau

9

Kabupaten Sintang

UPPT Sintang

UPPT Kebong

UPPT Paoh

10

Kabupaten Melawi

UPPT Nanga Pinoh

11

Kabupaten Ketapang

UPPT M.H Selatan

UPPT M.H Utara

UPPT Kendawangan

UPPT Nanga Tayap

12

Kabupaten Kayong Utara

UPPT Simpang Hilir

13

Kabupaten Kapuas Hulu

UPPT Semitau

UPPT Putusibau

 

Beberapa tugas UPPT diantaranya:

1. Melaksanakan pengamatan, identifikasi dan monitoring OPT di wilayah perkebunan.

Meliputi penyusunan jadwal pengamatan, melakukan pengamatan kasar dan halus di wilayah binaan, mengambil sampel atau spesimen tanaman yang terserang, melakukan identifikasi serta melakukan pengamatan factor penyebab serangan OPT.

2. Mengumpulkan data hasil pengamatan OPT dan gangguan usaha perkebunan (GUP)

UPPT melakukan tabulasi hasil pengamatan OPT dan GUP, penghitungan luas OPT dan dinamika populasi OPT berdasarkan data pengamatan.

3. Melaporkan keadaan perkembangan OPT dan GUP di wilayah binaanya.

Penyusunan laporan bulanan monitoring OPT dan GUP, pelaporan keadaan perkembangan OPT di wilayah binaan secara berkala. Laporan disampaikan ke BPTP Pontianak dan ditembuskan kepada Dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten.

4. Membantu laboratorium lapang dan laboratorium utama pengendalian hayati untuk melakukan uji lapang.

Meliputi pemilihan lokasi dan calon petani kegiatan, membantu melakukan pengamatan hasil uji.

5. Membina petani perkebunan di wilayah binaanya.

Tugas ini meliputi pembinaan secara latihan dan kunjungan (LAKU) dikebun dan pendataan kelompok tani di wilayah binaanya.

6. Menyusun rencana kerja operasional bulanan monitoring/pengamatan OPT di wilayah binaanya.

Melakukan inventarisasi desa/kecamatan di wilayah binaanya dan menentukan skala prioritas lokasi pengamatan berdasar luas areal komoditi utama dan intensitas serangan OPT.

UPPT menjadi perpanjangan tangan BPTP Pontianak dan  memudahkan masyarakat sekitar berkonsultasi tentang perkebunan.Permasalahan seputar gangguan OPT dan non OPT seperti banjir, kekeringan, iklim, kebakaran dan gangguan lainnya dapat menurunkan produksi yang berakibat berkurangnya pendapatan petani. Keberadaan UPPT yang dapat memberikan informasi, bimbingan petani atau masyarakat sekitar diharapkan dapat memberikan alternatif penyelesaian masalah dan pemberian rekomendasi pengendalian OPT di kebunnya. UPPT BPTP Pontianak juga memberikan layanan gratis dan mudah diakses oleh masyarakat baik dengan datang langsung ke UPPT, Klinik Tanaman BPTP Pontianak atau melalui SMS Center.

 

(Cyntia SA, CPNS BPTP Pontianak)

Sumber: Berbagai Sumber


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 37
Total pengunjung : 40807

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id