KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

14/12/2018 - 04:54 AM

Trichoderma harzianum menyebabkan kerugian pada petani

Di Publish Pada : 14/03/2018 | Kategori : Jadwal

Trichoderma harzianum selama ini dikenal dengan peran sebagai jamur antagonis untuk mengendalikan penyakit pada tanaman pangan dan perkebunan. Kemampuan jamur T. harzianum dalam mengendalikan penyakit pada tanaman telah banyak dibuktikan melalui pengujian ditingkat laboratorium dan lapangan. Sebagai agens pengendali hayati, T. harzianum ternyata juga dapat menjadi penyebab kerugian dan menjadi OPT pada budidaya komoditas tertentu.

Jamur T. harzianum selama ini menjadi momok bagi para petani budidaya jamur. Jamur T. harzianum dikenal sebagai “penyakit jamur hijau” (green mold disease) yang merugikan pada budidaya jamur. Pada tahun 2014 di Propinsi Jilin, China, ditemukan gejala penyakit jamur hijau (T. harzianum) yang menyerang hampir 30 % pada jamur Ganoderma lucidum siap panen di wilayah Jiaohe dan Dunhua dengan luas serangan 2 hektar (Lu, B.H dkk, 2016). Ganoderma lucidum dikenal juga dengan Jamur Lingzhi yang dipercaya sebagai herbal berkhasiat untuk kesehatan, dengan produk yang tersebar dalam bentuk tepung, suplemen dan teh (Galor dkk, 2011).

Trichoderma spp diketahui dapat mengkontaminasi substrat sebagai media tumbuh jamur yang memiliki kadar karbohidrat yang tinggi. Kontaminasi terjadi pada proses awal budidaya sampai menjelang masa panen jamur dan menyebabkan kehilangan hasil panen yang tinggi (Colavolpe dkk, 2014). Dimulai dari wilayah Irlandia bagian utara pada tahun 1985, serangan penyakit jamur hijau telah menyebabkan kerugian yang cukup besar pada budidaya jamur kancing (Agaricus sp.). Pada tahun 1986, terjadi outbreak serangan penyakit jamur hijau di seluruh wilayah Irlandia. Periode berikutnya serangan penyakit jamur hijau pada jamur kancing menyebar hampir di seluruh wilayah eropa seperti Inggris dan Skotlandia (1987), Belanda (1994), Perancis (1997) dan Spanyol (1998). Sedangkan di Amerika dan Kanada serangan penyakit jamur hijau menyebabkan kerugian yang cukup besar pada budidaya jamur kancing mulai pada tahun 1998 (Colavolpe dkk, 2014).

Trichoderma spp menyerang hampir semua jenis jamur budidaya seperti Agaricus (jamur kancing), Pleurotus (jamur tiram) dan Lentinus (jamur shiitake). Berbagai perlakuan terhadap substrat (baglog) dilakukan untuk mengurangi kontaminasi jamur Trichiderma spp antara lain dengan melakukan sterilisasi uap panas dengan perebusan atau autoklav, pasteurisasi uap panas, pencelupan dengan air panas dan secara kimiawi. Berbagai perlakuan tersebut diatas tidak menjadi jaminan terhindarnya substrat (baglog) dari kontaminasi karena kadang kontaminasi terjadi pada proses setelah penyiapan yaitu ketika masa pemindahan substrat (baglog) dan pertumbuhan jamur (Colavolpe, 2014).

Trichoderma spp dapat menyebar melalui udara atau terbawa oleh pekerja. Ciri-ciri kontaminasi yang disebabkan oleh jamur ini adalah timbulnya bintik bintik atau noda hijau pada media substrat (baglog) sehingga pertumbuhan miselium jamur menjadi terhambat. Trichoderma biasanya banyak terdapat pada substrat (baglog) jamur yang telah mati atau pada permukaan tanah. Cara mengatasi masalah ini adalah dengan segera membuang substrat (baglog) yang telah terkontaminasi. Sedangkan pencegahannya dapat dilakukan dengan melakukan sterilisasi/desinfektasi tenaga kerja dan peralatan yang digunakan untuk perawatan kumbung (Anonim, 2014).

Kemampuan Trichoderma spp sebagai kontaminasi pada media tumbuh jamur sangat kuat sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para petani jamur. Hal ini tentu saja menjadi hal yang tidak diinginkan oleh para petani jamur, tetapi di lain pihak hal ini justru membuktikan kemampuan Trichoderma spp untuk bertahan dari cekaman keadaan lingkungan yang tentu menjadi hal positif bagi para petani bidang pangan dan perkebunan dengan fungsinya sebagai pengendali hayati. Bahkan, Trichoderma spp juga dapat menjadi kontaminan di laboratorium sehingga dibutuhkan tempat isolasi khusus untuk jenis agens hayati ini.

 

Erwin Irawan Permana

POPT Muda

BPTP Pontianak   

 

Pustaka

Anonim. 2014. Jenis-jenis Hama dan Penyakit Pada Jamur Tiram. http://indojamur.com/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-jamur-tiram/

  1. H. Lu, B. Zuo, X. L. Liu, J. Feng, Z. M. Wang, and J. Gao. 2016. Trichoderma harzianum Causing Green Mold Disease on Cultivated Ganoderma lucidum in Jilin Province, China. https://apsjournals.apsnet.org/doi/full/10.1094/PDIS-04-16-0422-PDN

Maria Belen-Colavolpe, Santiago Jaramillo Meija, and Edgardo Alberto. 2015. Efficiency of Treatments for Controlling Trichoderma spp During Spawning in Cultivation Of Lignicolous Mushrooms. Brazillian Journal of Microbiology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4323299/#B26 

Sissi Wachtel-Galor, John Yuen, John A. Buswell, and Iris F. F. Benzie. 2011. Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. 2nd edition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92757

 


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 45
Total pengunjung : 12459

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id