KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

15/10/2018 - 06:29 PM

TEKNIK PENYEMPROTAN PESTISIDA

Di Publish Pada : 06/04/2018 | Kategori : Jadwal

Penyemprotan merupakan cara aplikasi pestisida yang paling umum. Sekitar 75 % dari seluruh pestisida di dunia diaplikasikan dengan cara disemprotkan.Pengembangan berbagai bentuk alat semprot pestisida juga membuktikan bahwa cara ini masih banyak peminatnya dan dianggap efektif dalam dalam penggunaannya. Jika sebelumnya penggunaan pesawat tipe kecil dengan baling - baling, maka sekarang digunakan pesawat nir awak (drone) untuk membantu dalam aplikasi pestisida.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada aplikasi penyemprotan pestisida adalah :

  • Peralatan yang digunakan (Pompa, Nozzle)
  • Pembuatan larutan semprot
  • Volume larutan semprot
  • Pencampuran pestisida
  • Pengaruh lingkungan (Suhu, Kec. Angin dsb)
  • Arah Semprotan
  • Keselamatan Aplikasi
  • Pastikan peralatan semprot dalam keadaan baik dan tidak bocor
  • Pastikan peralatan semprot dalam keadaan bersih setelah digunakan
  • Pastikan peralaran semprot memiliki tekanan yang ideal (minimal 3 bar untuk knapsack dan 8-12 bar untuk penyemprot mesin)
  • Pastikan Nozzle dalam keadaan baik, sehingga cairan pestisida tidak terbuang dan tidak berbahaya bagi lingkungan.

 

Pembuatan Larutan Semprot

  1. Larutkan pestisida pada ember (untuk pompa mesin bisa menggunakan drum) yang berisi air sesuai kapasitas pompa semprot
  2. Aduk pestisida secara merata
  3. Tuangkan larutan pestisida ke dalam pompa semprot secara hati-hati

Keberhasilan penyemprotan pestisida terkait erat dengan teknik atau cara penyemprotan yang dilakukan, beberapa faktor penentu keberhasilan diantaranya yaitu :

  1. Kecepatan berjalan

Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam penyemprotan pestisida adalah kecepatan berjalan petugas penyemprotan. Kecepatan berjalan petugas penyemprotan untuk mendapatkan hasil yang baik adalah sekitar 6 km/jam.

  1. Arah dan jarak spuyer pada bidang sasaran

OPT pada umumnya berada di permukaan daun bagian bawah. Oleh karena itu nozzle atau spuyer hendaknya diarahkan menghadap ke atas dengan sudut kemiringan 450. Jarak spuyer dengan bidang sasaran atau tanaman sejauh ± 30 cm. Jika jarak antara spuyer dengan tanaman kurang dari 30 cm akan dihasilkan ukuran butiran semprot yang besar (terjatuh mengalir ke permukaan tanah).

  1. Arah ayunan tangkai semprot

Tiap jenis spuyer akan menghasilkan pola semprotan tertentu. Spuyer jenis hollow cone banyak digunakan oleh petani di Indonesia, baik yang mempunyai satu lubang, 2 lubang atau lebih. Untuk menghasilkan butiran semprot yang merata pada bidang sasaran/ tanaman, tangkai semprot diayun secara melingkar. Sedangkan jika menggunakan spuyer flat tangkai semprot diayun ke depan dan belakang.

 

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Erwin Irawan Permana

POPT Ahli Muda

 

 

 


Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 63
Total pengunjung : 8906

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id