KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

25/05/2020 - 11:48 AM

Ferotrap untuk Pengendalian Hama Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros)

Di Publish Pada : 23/12/2019 | Kategori : Jadwal

Ferotrap untuk Pengendalian Hama Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros)

Oleh :

Hithman Sitorus, SP

(POPT Ahli Muda BPTP Pontianak)

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak

Jalan Budi Utomo No. 57 Siantan Hulu Pontianak

 

Feromon adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seks pada hewan jantan maupun betina. Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies). Feromon, berasal dari bahasa Yunani ‘phero’ yang artinya ‘pembawa’ dan ‘mone’ ‘sensasi’.

Keefektifan penggunaan feromon dapat menjadi lebih tinggi apabila tindakan pengendalian yang lain juga dilakukan seperti : Penghancuran tempat peletakan telur secara manual dan dilanjutkan dengan pengutipan larva maupun kumbang untuk dibunuh, apabila jmlahnya masih terbatas. Penggunaan feromon tersebut sesuai dengan konsep terkini maupun prinsip pengendalian hama terpadu, karena feromon memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Bahan yang digunakan sedikit
  • Tidak beracun dan mudah terdegradasi sehingga bersifat ramah lingkungan
  • Bersifat spesifik, menarik serangga hama tertentu saja.

Penggunaan feromon dalam pengendalian hama Oryctes rhinoceros sudah dilakukan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa feromon agregasi sintetik dapat menangkap kumbang O. rhinoceros betina lebih banyak dibanding kumbang jantan. Rata-rata jumlah kumbang yang terperangkap pada lokasi dengan tingkat serangan ringan adalah 5,6 ekor/ha/bulan sedangkan pada lokasi dengan tingkat serangan berat mencapai 27 ekor/ha/bulan (Jelfina C Alouw, 2007)

Salah satu cara pengendalian dalam kegiatan demplot untuk pengendalian hama kumbang kelapa adalah melakukan trapping dengan menggunakan feromon atau ferotrap. Penggunaan feromon dapat menurunkan tingkat serangan hama kumbang kelapa, hal ini dapat dilihat secara visual dari daun muda/janur kelapa yang baru terbentuk.

 

 

 

 


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 53
Total pengunjung : 77443

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id