KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

25/05/2020 - 01:54 PM

Radopholus similis: Biologi dan Siklus Hidupnya

Di Publish Pada : 27/12/2019 | Kategori : Jadwal

Radopholus similis: Biologi dan Siklus Hidupnya

Moch. Yadi Nurjayadi, S.Si

(Calon POPT Ahli Pertama BPTP Pontianak)

 

Radopholus similis merupakan salah satu nematoda parasit penting yang dapat mempengaruhi tanaman di daerah tropis maupun subtropis. Lebih dari 300 tanaman inang termasuk pisang, jeruk, kopi, kelapa, jahe, lada, tebu, teh dan beberapa tanaman hias diketahui terinfeksi R. similis sehingga nematoda ini termasuk ke dalam 10 nematoda parasit penting yang merusak di dunia. Nematoda ini telah banyak merusak perkebunan jeruk di Florida, menghancurkan perkebunan pisang di berbagai negara dan juga tanaman hias yang ada di Eropa terutama Anturium (OEPP/EPPO 2008). Di Indonesia sendiri, R. similis telah diketahui sebagai penyebab utama terjadinya penyakit kuning pada tanaman lada yang ada di Bangka (Mustika 1991).

Gejala akar tanaman yang terinfeksi R. similis adalah akar terlihat hitam dan terbentuknya nekrotik (Gambar 1). Pembentukan nekrotik ini disebabkan oleh pergerakan R. similis di dalam jaringan akar yang membentuk rongga yang besar. Dampak jaringan nekrosis mengakibatkan peranan akar terganggu. Akar tidak mampu mengalirkan hasil air, unsur hara dan mineral ke tajuk tanaman. Kondisi ini dapat mempengaruhi tajuk tanamannya. Secara umum gejala bagian tajuk tanaman menjadi kerdil, dieback, daun menguning, ukuran buah mengecil, dan penjarangan di bagian kanopi.

Gambar 1 Akar yang terinfeksi R. similis dengan ditandai dengan adanya lesion dan nekrotik di  jaringan (Sumber Gambar: Sekora dan Crow 2012).

 

R. similis dikenal sebagai nematoda pelubang akar (burrowing nematode) karena dapat merusak jaringan akar. Patogen ini termasuk nematoda endoparasit berpindah (migratory endoparasitic) dengan ditandai siklus hidupnya berada di dalam jaringan akar. Seluruh tahapan juvenil kecuali jantan dewasa R. similis bersifat infektif melakukan penetrasi ke seluruh bagian akar terutama di bagian ujung akar. Proses penetrasi dilakukan dengan cara ujung akar dirusak dengan menggunakan stilet yang keluar dari rongga mulut R. similis. Nematoda bergerak ke bagian jaringan parenkim korteks dan stele sehingga terbentuk rongga yang luas. R. similis betina dewasa akan menyimpan telur-telurnya setelah berada di dalam jaringan akar. Pada saat telur menetas, juvenil 2 yang keluar dapat bermigrasi di dalam akar dan berkembang menjadi juvenil selanjutnya di dalam jaringan atau keluar mencari jaringan akar yang sehat lainnya (Sekora dan Crow 2012).

R. similis merupakan nematoda dimorfisme seksual. Nematoda jantan memiliki daerah bibir yang tebal/set off dan perkembangan stilet dan esofagus mengalami degeneratif sehingga tidak terlihat jelas karena bersifat tidak infektif (Gambar 2A dan C). Ekor nematoda jantan memiliki bursa yang khas dengan bentuk yang memanjang dua pertiga dari panjang ekor yang digunakan untuk menjepit tubuh betina selama masa kawin (Gambar 2B). Nematoda betina tidak memiliki bentuk bibir yang tebal. Stiletnya kuat dengan ditopang knob yang terlihat jelas (Gambar 3A dan C). Vulvanya terletak di bagian tengah tubuh yang merupakan tempat sistem reproduksi (Gambar 3B). Ukuran panjang masa juvenil berkisar 315-400 μm dengan ekor meruncing dengan ujung bulat yang tumpul. Ukuran dewasa memiliki panjang sekitar 520-880 μm (rata-rata 670 μm).

Gambar 2    R. similis jantan bagian kepala (A), ekor (B) (Sumber Gambar: Sekora dan Crow 2012) dan sketsa bentuk kepala  (C) (Sumber Gambar: OEPP/EPPO 2008).

Gambar 3 R. similis betina bagian kepala (A) dan ekor (B) (Sumber Gambar: Sekora dan Crow 2012) dan sketsa bentuk kepala (C) (Sumber Gambar: OEPP/EPPO 2008).

 

Daftar Pustaka

 

Sekora N, Crow WT. 2012. Burrowing Nematode, Radopholus similis (Cobb, 1893) Thorne, 1949 (Nematode: Secernentea: Tylenchida: Pratylenchidae: Pratylenchinae). Florida: University of Florida. [diakses pada tanggal 24 Desember 2019] https://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/IN/IN96900.pdf 

Mustika I. 1990. Studies on the interactions of Meloidogne incognita, Radopholus similis, and Fusarium solani on balck pepper (Piper nigrum L).[thesis]. Wageningen: University of Wageningen.

European and Mediterranean Plant Protection Organization (OEPP)/ Organisation Européenne et Méditerranéenne pour la Protection des Plantes (EPPO). 2008. Diagnostic Radopholus similis. Bulletin OEPP/EPPO Bulletin 38: 374–378.


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 62
Total pengunjung : 77452

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id