KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

11/04/2021 - 09:24 PM

MEMASYARAKATKAN PENGGUNAAN Trichoderma sp SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT GANODERMA PADA KELOMPOK TANI PSR

Di Publish Pada : 08/04/2021 | Kategori : Jadwal

Oleh : Elsi Kasturi, A.Md

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan upaya pemerintah untuk membantu pekebun dalam memperbarui perkebunan kelapa sawitnya melalui penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan kelapa sawit berkualitas dan berkelanjutan (BPDPKS, 2020).

Kabupaten Sanggau sebagai salah sentra perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan PSR. Pada tahun 2020, telah dilaksanakan peremajaan (replanting) kelapa sawit program PSR diantaranya di KUD Sinar Jaya, Desa Penyeladi Kecamatan Kapuas seluas 101,75 Ha dan di KUD Rindu Sawit Kecamatan Parindu dengan luas 149 Ha.

Program PSR akan berhasil optimal apabila petani memahami Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) penting kelapa sawit dan risiko kerusakan yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau bersama petugas Sub Laboratorium Hayati Parindu hadir di tengah kelompok tani program PSR untuk memberikan pengetahuan OPT penting kelapa sawit serta cara pengendaliannya.

Gambar 1. Penjelasan  OPT penting kelapa sawit kepada petani PSR

Salah satu OPT kelapa sawit yang sangat berbahaya adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderma. Hendarjanti (2014) menyatakan bahwa pada awalnya, penyakit Ganoderma diduga hanya menyerang tanaman menghasilkan dan secara ekonomi tidak berbahaya. Kejadian penyakit ini pun pada mulanya masih <1%. Beberapa tahun terakhir Ganoderma telah menjadi masalah yang serius terutama pada satu atau lebih dari 2 generasi tanam. Kejadian serangan penyjalit Ganoderma berkorelasi positif dengan generasi kebun kelapa sawit. Gejala penyakit ini, menurut Darmono (1996) baru akan terlihat setelah bulan ke-6 sampai bulan ke-12 pasca serangan. Akibatnya, pengendalian penyakit ini menjadi terlambat dan tanaman sulit untuk pulih kembali.

Terdapat beberapa jenis jamur antagonis terhadap Ganoderma. Salah satunya adalah jamur Trichoderma sp seperti yang dikatakan Turner (1981). Trichoderma sp juga dapat memberikan perlindungan terhadap tanaman dari serangan Ganoderma. Aplikasi Trichoderma sp sebaiknya dilakukan sedini mungkin sejak pre-nursery. Bisa juga diberikan saat main-nursery, sebelum dilakukan pemindahan ke lapangan, saat TBM ataupun TM. Aplikasi Trichoderma sp minimal dilakukan satu tahun sekali supaya Trichoderma sp tetap terjaga di tanah dan dapat mengkoloni permukaan akar sawit dengan mengkonsumsi eksudat akar. 

Manfaat lain Trichoderma sp adalah sebagai dekomposer dan efisiensi pemupukan. Affandi et al. (2001) menyatakan bahwa Trichoderma sp. memainkan peran kunci dalam proses dekomposisi senyawa organik, terutama dalam kemampuannya mendegradasi senyawa-senyawa yang sulit terdegradasi seperti lignosellulose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang terdapat koloni Trichoderma sp. pada permukaan akarnya, hanya membutuhkan kurang dari 40% pupuk nitrogen dibanding dengan akar yang tanpa koloni (Harman, 1998).

Berdasarkan penjelasan di atas maka Sub lab  Hayati Parindu menganggap perlu untuk memasyarakatkan penggunaan Trichoderma sp sebagai pencegahan penyakit Ganoderma di kebun petani PSR. Trichoderma yang diaplikasikan merupakan formulasi campuran biakan Trichoderma dalam beras dengan dedak.  Dosis yang diberikan adalah 150-250 gr/pohon. Selain itu, petani juga diajarkan teknik perbanyakan Trichoderma sp agar petani mampu melakukan perbanyakan sendiri.

Pemasyarakatan penggunaan Trichoderma sp melibatkan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Sanggau dan dilakukan di dua kelompok tani PSR, yaitu kelompok tani KUD Rindu Sawit yang beralamat di Desa Palem Jaya Kecamatan Parindu dan kelompok tani KUD Sinar Mulia yang beralamat di Desa Penyeladi Kecamatan Kapuas. Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman petani tentang OPT penting kelapa sawit menjadi meningkat serta keterampilan perbanyakan dan penggunaan Trichoderma sp dalam pencegahan serangan Ganoderma juga semakin baik sehingga kebun terlindungi dan produktivitas semakin tinggi.

                  Gambar 2. Pencampuran dedak dengan Trichoderma sp     Gambar 3. Aplikasi Tichoderma pada tanaman kelapa sawit

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Affandi et al. 2001. Diversitas dan Visualisasi Karakter Jamur yang Berasosiasi dengan Proses Degradasi Serasah di Lingkungan Mangrove. http://www.journal.unair.ac.id. Diakses 12 Feberuari 2021

BPDPKS, 2020. Program Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit. http://bpdp.or.id . Diakses 12 Februari 2021.

Darmono, 1996. Pendekatan Bioteknologi Untuk  Mengatasi Masalah Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit. Warta Puslit. Biotek Perkebunan.

Hendarjanti.2014. Ganoderma: Momok Menakutkan Planter Kelapa Sawit. Majalah Sawit Indonesia.  https://sawitindonesia.com/ganoderma-momok-menakutkan-planter-kelapa-sawit/ . Diakses 7 April 2021

Research and Development PT MSA . 2018. Peranan dan Manfaat Penting Trichoderma sp Bagi Tanaman dan Tanah. https://sawitindonesia.com/peranan-dan-manfaat-penting-trichoderma-bagi-tanah-dan-tanaman/ Diakses 12 Februari 2021

Turner.1981.Oil Palm Disease and Disoeders.Oxford : Oxford University Press.


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 140
Total pengunjung : 148511

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Telp. : (0561) 883632 - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id