BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK
DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

Peluncuran Gerakan Tanam Kopi (GERTAK) Sebagai Upaya Akselerasi Program GRATIEKS Subsektor Perkebunan

Diposting     Jumat, 28 Januari 2022 10:01 am    Oleh    Admin Pontianak



PELUNCURAN GERAKAN TANAM KOPI (GERTAK)
SEBAGAI UPAYA AKSELERASI PROGRAM GRATIEKS SUBSEKTOR PERKEBUNAN

Oleh: Moh. Salman Akhyar, S.Si
(POPT Ahli Muda-BPTP Pontianak)

Pendahuluan

Kopi atau dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Coffea spp. merupakan produk perkebunan yang sangat populer di dunia. Sebagai minuman, kopi merupakan minuman ketiga paling populer di muka bumi. Berdasarkan laporan Yuliandri (2021) menyebutkan bahwa beberapa riset yang dilakukan oleh para peneliti yang tercantum dalam beragam jurnal dikatakan bahwa kopi berada di peringkat kedua atau ketiga bergantian posisinya dengan teh yang juga memiliki peminat terbanyak di dunia setelah air putih.

Di Indonesia sendiri popularitas minuman kopi terus meningkat. Di kota-kota besar semakin banyak bermunculan gerai-gerai coffee shop modern dengan mengusung berbagai tema. Sementara di kota-kota kecil bahkan hingga ke pelosok, kopi masih tetap menjadi salah satu minumam pilihan utama untuk dikonsumsi pada pagi hari dan waktu-waktu lainnya. Di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Pontianak dan Medan, kebiasaan minum kopi di kedai kopi atau warung kopi bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi atau budaya masyarakat setempat.

Kopi memiliki kedudukan yang penting sebagai penunjang perekonomian bangsa, baik sebagai sumber pendapatan petani, sumber devisa, penghasil bahan baku industri, maupun sebagai penyedia lapangan kerja melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, dan perdagangan ekspor-impor (Direktorat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian-IPB, 2017). Areal perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1.242.748 hektar dimana 98 persennya didominasi oleh perkebunan rakyat dengan jumlah petani yang terlibat sebanyak 1,856 juta kepala keluarga. Menurut laporan https://tabloidsinartani.com edisi 23 September 2021 disebutkan bahwa kopi merupakan penyumbang devisa negara terbesar ketiga subsektor perkebunan di mana pada tahun 2020 ekspor produk kopi mencapai 379.354 ton dengan nilai 821.937 dollar AS.

Peluang dan Pasar Kopi

Peluang dan pasar kopi Indonesia masih sangat terbuka lebar dan bahkan cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Peluang dan pasar kopi ini tidak hanya terbuka lebar di pasar luar negeri tetapi juga terbuka lebar di pasar dalam negeri. Data mencatat bahwa pada tahun 2000 konsumsi kopi Indonesia sebesar 0,5 kilogram per kapita per tahun. Pada tahun 2019 konsumsi kopi dalam negeri meningkat sebesar 1,15 kg per kapita per tahun dengan laju pertumbuhan konsumsi kopi dalam negeri sebesar 1,7 persen per tahun.

Selama 13 tahun terakhir (2008-2020) volume ekspor mengalami kenaikan dengan laju pertumbuhan rata-rata 4,50 persen per tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa ekspor kopi, teh, dan rempah mengalami pertumbuhan 6,29 persen sepanjang 2020 dibandingkan dengan 2019 dengan nilai mencapai US$1,48 miliar (https://ekonomi.bisnis.com, 2021).

Pasar produk kopi terbesar Indonesia di luar negeri adalah Amerika Serikat. Permintaan ekspor produk kopi Indonesia ke pasar Amerika Serikat terbilang tinggi. Bahkan negara ini selain mengimpor kopi dari Indonesia juga mengimpor kopi dari negara-negara lain untuk memenuhi tingginya kebutuhan kopi di Amerika Serikat. Dengan demikian peluang dan pasar ekspor kopi Indonesia masih sangat terbuka lebar.

Peluncuran GERTAK

Menyikapi masih luasnya pasar dan peluang ekspor kopi di dunia, Kementerian Pertanian dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian meluncurkan Gerakan Tanam Kopi atau GERTAK di Desa Sugih Mukti, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 26 Januari 2022 lalu. Peluncuran GERTAK ini juga dipicu oleh adanya perjanjian kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan puluhan negara di dunia dalam membuka jalan dan akses pasar yang lebih luas, termasuk akses ekspor kopi.


Gambar 1. Menteri Pertanian Memberi Arahan Saat Peluncuran GERTAK
(koleksi pribadi)

Menteri Pertanian menyatakan bahwa peluncuran GERTAK juga sebagai respons atas harapan Presiden Republik Indonesia yang menghendaki agar tidak ada warung kopi di dunia tanpa kopi Indonesia. Oleh karena itu, menurut Menteri Pertanian, Gerakan Tanam Kopi ini tidak boleh gagal. Kopi Indonesia telah dikenal di seluruh dunia karena memiliki citarasa dan aromanya yang khas yang berbeda dengan kopi-kopi lain di dunia. Tahun ini Menteri Pertanan menargetkan 10 juta tanaman kopi.

Acara Peluncuran GERTAK diisi dengan berbagai kegiatan penting, seperti penandatanganan nota kesepakatan atau Letter of Intent (LOI) antara Kementerian Pertanian dengan beberapa delegasi dari negara di Eropa, Amerika dan Asia untuk memajukan kopi Indonesia di pasar internasional, juga dilakukan penandatanganan LOI antara pelaku usaha dengan pekebun kopi. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan dan KUR kepada para pelaku UMKM berbasis kopi.

Gambar 2. Menteri Pertanian di Lokasi Penanaman Kopi
Saat Peluncuran GERTAK

Akselerasi Gratieks

Gratieks atau Gerakan Tiga Kali Ekspor merupakan gerakan peningkatan ekspor pertanian yang digagas oleh Menteri Pertanian sebagai upaya untuk menyatukan kekuatan seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian dari hulu sampai hilir. Gerakan ini diharapkan mampu mendobrak kinerja ekspor komoditas pertanian sebanyak 3 kali lipat selama 4 tahun ke depan yang dilakukan dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, IT, digitalisasi, riset, jejaring dan kerja sama yang kuat dengan semua pihak. Gerakan ini juga diharapkan mampu membuka jutaan lapangan kerja di seluruh Indonesia sehingga akan memiliki dampak yang besar terhadap peningkatan ekonomi nasional.

Untuk mendukung dan merealisasikan program Gratieks diperlukan langkah-langkah strategis yang dapat mempercepat atau mengakselerasi program tersebut. Salah satunya adalah dengan pencanangan Gerakan Tanam Kopi atau GERTAK. Melalui GERTAK peningkatan produksi pertanian-perkebunan, khususnya kopi, diharapkan akan dapat ditingkatkan secara signifikan. Dengan demikian tujuan Gratieks pada tahun 2024 dapat diwujudkan. Pada saat itu ekspor Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1.800 triliun (www.pertanian.go.id), suatu jumlah yang besar yang tentu akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan perekonomian bangsa.

Simpulan

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang sangat populer di dunia dan merupakan minuman ketiga paling disukai di muka bumi. Komoditas ini memiliki peluang dan pasar yang masih sangat terbuka lebar baik di pasar luar negeri maupun pasar dalam negeri. Menyikapi masih luasnya pasar dan peluang ekspor kopi Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Tanam Kopi atau GERTAK. Peluncuran gerakan ini merupakan salah satu upaya akselerasi atau percepatan program Gerakan Tiga Kali Ekspor atau Gratieks. Program-program ini sebagai upaya Kementerian Pertanian yang di dalamnya terdapat subsektor perkebunan untuk berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan perekonomian bangsa.

Referensi

Direktorat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian IPB, 2017. Peran Komoditas Kopi Bagi Perekonomian Indonesia, Policy Brief No. 13 Tahun 2017. Bogor

https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/kebun/18202-Enam-Peran-Kopi-dalam-Perekonomian

https://ekonomi.bisnis.com/read/20210219/12/1358326/peluang-ekspor-kopi-teh-dan-kakao-saat-pandemi

https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4197

Yuliandri, Mustika Treisna. 2021. Kenapa Kopi Jadi Salah Satu Minuman Paling Banyak Dikonsumsi di Dunia? https://ottencoffee.co.id/


Bagikan Artikel Ini