KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

24/10/2021 - 04:41 PM

DEMPLOT PENGENDALIAN OPT TANAMAN PERKEBUNAN SEBAGAI UPAYA LAYANAN PEMBINAAN PETANI PEKEBUN

Di Publish Pada : 16/07/2021 | Kategori : Perkebunan

Oleh : Evy Taviana, P.S 
Sub Koordinator Substansi Pelayanan Teknis

Sub sektor perkebunan sampai saat ini masih dan akan menjadi salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari separuh penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian termasuk di dalamnya sub sektor perkebunan. Sementara itu kontribusi utama sub sektor perkebunan terhadap pembangunan nasional telah berhasil secara nyata meningkatkan devisa negara, menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menunjang sektor non pertanian melalui penyediaan bahan baku untuk industri pengolahan.

Perkembangan pertanian dan inovasi teknologi sering tidak diketahui oleh petani, perpindahan pengetahuan dan keterampilan terkendala komunikasi yang kurang efektif, oleh karena itu memberikan layanan pembinaan kepada petani merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan.  Metode penyuluhan untuk melakukan pembinaan kepada petani melalui kegiatan demonstrasi plot (Demplot) merupakan salah satu metode untuk mengintroduksi inovasi teknologi dalam praktek pertanian yang sesungguhnya di tingkat petani. Metode penyuluhan merupakan metode yang efektif untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan keterampilan, juga untuk membangkitkan minat dan menstimulasi petani untuk mulai mempraktekan sesuatu yang baru.  

Demplot adalah salah satu metode terbaik untuk memperbaiki hasil, dan dimanfaatkan oleh para penyuluh untuk memperoleh perubahan perilaku petani yang diinginkan. Melalui kegiatan demplot akan terjadi situasi pembelajaran, serta komunikasi dan interaksi antara petugas dan petani. Setidaknya melalui demplot akan ada perubahan pengetahuan, opini, aspirasi dan keterampilan; yaitu perubahan perilaku terendah setelah program intervensi pengenalan teknologi baru.

Demonstrasi plot diharapkan tidak saja memberikan ruang kreatif kepada petani untuk mencoba sesuatu yang baru, tetapi juga petani dapat berpartisipasi dalam aktivitas ini sehingga termotivasi untuk melalukan aplikasi inovasi teknologi pengendalian OPT yang dianjurkan. Kedua hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan penghasilan petani.

Upaya untuk memudahkan dan membantu petani dalam meningkatkan produksi usaha tani harus ditunjang dengan mempersiapkan sumber daya manusianya. Adanya petugas yang melakukan pembinaan petani di lapangan merupakan salah satu upaya untuk memudahkan dan meningkatkan produksi usaha tani salah satunya yang dilakukan melalui serangkaian kegiatan demplot.

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak, sebagai salah satu UPT Direktorat Jenderal Perkebunan yang salah satu fungsinya memberikan pelayanan teknis pengembangan proteksi tanaman perkebunan, berupaya untuk selalu memberikan pelayanan kepada petani terutama layanan terkait perlindungan tanaman perkebunan dan penerapan budidaya tanaman sehat. Pembinaan petani melalui kegiatan Demplot Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) Penting Tanaman Perkebunan merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh BPTP Pontianak untuk diseminasi dan alih teknologi yang dimaksudkan untuk menyampaikan inovasi teknologi pengendalian OPT Tanaman Perkebunan kepada para pengguna petani/pekebun, sehingga informasi inovasi teknologi pengendalian OPT dapat dimanfaatkan dan diadopsi oleh pekebun.

Metode Demontrasi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Metode ini paling baik dan ampuh, sasaran penyuluhan dihadapkan pada bukti nyata berupa contoh yang dapat dilihat dan dapat diamati sendiri. Kegiatan penyuluhan pertanian adalah suatu proses berkesinambungan untuk menyampaikan informasi serta teknologi yang berguna bagi petani dan keluarganya. Kegiatan ini diupayakan agar tidak menimbulkan ketergantungan petani kepada penyuluh/petugas, tetapi untuk menciptakan kemandirian petani.

Metode penyuluhan atau pembinaan petani yang juga efektif selain metode Demplot adalah metode LaKu (Latihan Kunjungan), namun metode ini sulit dijalankan mengingat petugas UPPT (Unit Pembinaan Perlindungan Tanaman) di kecamatan sudah sangat berkurang, karena sebagian besar sudah menjalani purna tugas. Kegiatan petugas UPPT yang diharapkan dapat membina, membimbing, dan mengevaluasi sekaligus membantu pemecahan masalah yang terjadi di lapangan juga berkurang seiring dengan berkurangnya jumlah petugas. Berkurangnya petugas tentu tidak harus menjadi alasan untuk menyurutkan pelayanan dalam membina petani dan menyampaikan inovasi teknologi kepada petani, oleh karena itu memprogramkan kegiatan Demplot untuk petani pekebun merupakan salah satu alternatif cara memberikan layanan pembinaan kepada petani pekebun.

Pelaksanaan kegiatan Demplot tidak hanya sekedar menyampaikan informasi atau konsep-konsep teoritis. Kegiatan demplot memberikan peluang dan kesempatan serta bimbingan kepada petani untuk mencoba informasi dan teknologi yang ditawarkan merupakan pengalaman kegiatan secara nyata (belajar sambil bekerja) yang sangat bermanfaat bagi petani. Metode Demplot dilakukan dengan cara mendemonstrasikan atau  dilakukan dengan cara peragaan, memberikan contoh langsung kepada petani yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan petani, sehingga dapat diterapkan dalam kegiatan sistem usaha taninya. Pada prinsipnya kegiatan demplot petugas melibatkan petani dalam jumlah yang banyak untuk sebuah kegiatan penyampaian inovasi teknologi,  karena petani langsung melihat dengan mata kepalanya sendiri sehingga penerapan informasi dan pengetahuan langsung dapat diserap dengan baik. Selain itu petani juga dapat langsung mempraktikkannya dilapangan setelah metode demplot tersebut dilakukan.

Percepatan adopsi teknologi bagi petani adalah pembelajaran, dengan alasan pembelajaran yang dilaksanakan petani dilakukan dengan pendekatan kelompok sehingga penyebaran inovasi teknologi sesuai dengan kondisi petani. Petani dalam kelompok dapat saling berbagi pengetahuan satu sama lain dengan suasana kekeluargaan. Pendekatan kelompok disarankan karena pendekatan ini lebih efisien serta menghasilkan interaksi antar petani dalam kelompok.

Hasil kegiatan demplot dapat diukur dengan beberapa indikator diantaranya yaitu :

  1. Daya serap informasi adalah informasi tentang cara demplot pengendalian OPT tanaman perkebunan yang didapatkan petugas BPTP Pontianak. Daya serap informasi dapat diukur dengan pemberian kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan petani (yaitu dengan melakukan ballot box test pada awal dan akhir kegiatan) atau melalui wawancara dengan petani
  2. Kemauan petani mengikuti proses pelaksanaan kegiatan dapat diukur dari jumlah petani peserta 
  3. Kerjasama dalam melaksanakan kegiatan demplot, sebuah kegiatan dapat terlaksana dengan baik jika ada kerjasama berkesinambungan antara petani. Kerjasama dapat diukur dari keterlibatan seluruh anggota kelompok dan pembagian kerja selama proses kegiatan berlangsung
  4. Kemampuan melakukan kegiatan demplot diukur dari adanya perubahan sikap petani terhadap penyerapan dan penerapan teknologi demplot tersebut (diukur dari jumlah petani yang menerapkan teknologi tersebut di kebunnya masing-masing)

Dampak kegiatan demplot dapat diukur dari :

  1. Hubungan yang melembaga antara petani dan BPTP Pontianak diukur dari banyaknya petani yang memanfaatkan layanan BPTP Pontianak (penggunaan aplikasi Palabun, DKakao, WA/SMS center atau datang ke Klinik) untuk memperoleh informasi atau memperoleh layanan di bidang perlindungan tanaman perkebunan.
  2. Adanya/jumlah petani sekitar (non peserta demplot) yang mengadopsi teknologi

 


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 171964

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian Bangbf Sex Videos Xxx
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Call center & WA : 0821-4981-5100; - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id