KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

24/10/2021 - 05:32 PM

DISEMINASI PENGENDALIAN KUMBANG TANDUK KELAPA (Oryctes rhinoceros L.) DI KELOMPOK TANI NYIUR HIJAU SATU KABUPATEN SAMBAS

Di Publish Pada : 30/07/2021 | Kategori : Jadwal

 Oleh: Isnawan Safii dan Hamdani

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama yang sering dijumpai menyerang tanaman kelapa. Kumbang tanduk menyerang tanaman kelapa dengan cara menggerek pucuk kelapa yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman apabila sampai merusak titik tumbuh tanaman. Oleh karena itu, serangan hama kumbang tanduk dapat menyebabkan penurunan hasil panen. Susanto (2005) menambahkan bahwa kumbang tanduk menyerang tanaman kelapa, khususnya pada areal peremajaan kelapa sampai tanaman dewasa. Kumbang tanduk berwarna cokelat gelap sampai hitam mengkilap, panjang 35-50 mm dan lebar 20-30 mm dengan satu tanduk yang menonjol pada bagian kepala (Bedford 1980). Kumbang jantan memiliki tanduk yang lebih panjang daripada kumbang betina. Kumbang betina dapat dibedakan lebih akurat dengan adanya rambut pada ujung ruas abdomen terakhir (Susanto 2012).

Desa Kuala, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah penghasil kelapa. Saat ini tanaman kelapa yang dibudidayakan oleh petani di daerah tersebut ditemukan adanya serangan kumbang tanduk. Berdasarkan informasi tersebut Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak melakukan tindakan berupa kegiatan diseminasi pengendalian kumbang tanduk kepada Kelompok Tani Nyiur Hijau Satu. Kegiatan dilaksanakan di rumah ketua Kelompok Tani Nyiur Hijau Satu. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Kuala, Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Sambas, Koordinator UPPT Pemangkat, Koordinator BPP Selakau, Babinsa Kuala, beserta tim dari BPTP Pontianak.

Pada kegiatan tersebut diberikan pemaparan materi mengenai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kelapa dengan fokus utama yaitu kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.), pengenalan kumbang tanduk beserta gejala serangannya langsung di kebun kelapa milik petani, dan salah satu cara pengendaliannya dengan pemanfaatan APH berupa jamur Metarhizium anisopliae. Jamur M. anisopliae merupakan jamur entomopatogen yang telah lama digunakan untuk mengendalikan hama kumbang tanduk. Jamur M. anisopliae dapat diisolasi dari tanah dan serangga yang terinfeksi. Jamur ini dapat bertahan di dalam tanah terutama jika propagulnya kontak dengan inang yang rentan. Di dalam tanah jamur ini bersifat sebagai saprofit (Keller et al., 2003). Jamur M. anisopliae efektif menyebabkan kematian pada stadia larva dengan gejala mumifikasi yang terlihat setelah 2-4 minggu aplikasi (Molet, 2013). Petani juga diajarkan cara memperbanyak jamur M. anisopliae secara sederhana pada media jagung giling.

Cara yang diajarkan dalam memperbanyak jamur M. anisopliae pada media jagung giling sebagai berikut: 

Bahan

  • Jagung 5 Kg
  • Alkohol 70%
  • Kantung plastik HD tahan panas ukuran 10x20 cm
  • Starter jamur Metarhizium anisopliae pada media jagung giling
  • Tisu dan masker

Alat

  • Kompor
  • Dandang Kukus
  • Ember
  • Baskom saringan
  • Bunsen/Lilin
  • Straples/ Hekter
  • Sendok teh
  • Gunting
  • Nampan/ tampah

 

Cara Perbanyakan

  1. Jagung giling 5 kg dicuci lalu direndam selama ± 30 menit, setelah itu ditiriskan.
  2. Jagung giling tersebut dikukus selama ± 30 menit, sampai setengah matang.
  3. Setelah itu, angkat dan dihamparkan di atas nampan (tampah) sampai dingin.
  4. Jagung giling yang telah dingin dikemas ke dalam kantong plastik tahan panas sebanyak ± 100 gram.
  5. Hasil kemasan kemudian dimasukkan ke dalam dandang dan dikukus (sterilisasi) selama 2 x 60 menit.
  6. Media jagung giling diangkat dan dibiarkan sampai dingin sebelum dilakukan inokulasi jamur Metarhizium anisopliae.
  7. Media jagung giling yang telah dingin tersebut selanjutnya dilakukan inokulasi dengan starter jamur Metarhizium anisopliae.
  8. Setiap bungkus starter jamur Metarhizium anisopliae dapat digunakan untuk menginokulasi 20-30 bungkus media jagung giling steril.
  9. Selama pelaksanaan inokulasi dilakukan secara aseptis (tempat inokulasi disemprot alkohol 70% dan diusahakan didekatkan dengan api bunsen /api lilin selama inokulasi).
  10. Selanjutnya plastik distraples/dihekter dan dikocok agar spora jamur dapat tersebar merata pada media jagung giling.
  11. Media jagung giling yang telah diinokulasi dengan starter jamur Metarhizium anisopliae diinkubasi pada suhu kamar selama ± 2 minggu.
  12. Selama inkubasi, pertumbuhan jamur dipantau dan jika pertumbuhan belum merata maka bisa dibantu dengan pengadukan (media jagung giling diremas dan dikocok).
  13. Jamur Metarhizium anisopliae yang sudah jadi dan baik ditandai dengan pertumbuhan jamur Metarhizium anisopliae yang telah menutupi seluruh permukaan jagung tanpa adanya kontaminasi.

  

Setelah diadakan kegiatan perbanyakan jamur Metarhizium anisopliae diharapkan petani mampu dan mau membuat bahan pengendalian hama kelapa kumbang tanduk secara mandiri maupun kelompok. Selain itu, kelompok tani yang telah diberikan pelatihan dapat menjadi contoh atau menularkan ilmu yang didapatkan kepada kelompok tani lain. Dengan demikian hama kelapa kumbang tanduk dapat dikendalikan terutama di wilayah Kecamatan Selakau.

 

Referensi

Bedford GO. 1980. Biology, Ecology, and Control of Palm Rhinoceros Beetles. Annual Review of Entomology. 25(1):309—339.

Keller, S, Kessler, P & Schweizer, C 2003, ‘Distribution of insect pathogenic soil fungi in Switzerland with special reference to Beauveria brongniartii and Metharhizium anisopliae’, Biocontrol, 48:307—319.

Molet T. 2013. CPHST Pest Datasheet for Oryctes rhinoceros. Online. https:// guaminsects.myspecies.info. Diakses pada 10 Februari 2019

Susanto, A. 2005. Pengurangan Populasi Larva Oryctes rhinoceros pada Sistem Lubang Besar. J. Penelitian Kelapa Sawit 1999, 7(2):104-114

Susanto, A. 2012. Hama dan Penyakit Kelapa Sawit Vol(1). Medan: Pusat Penelitian Kelapa

(Unduh artikel bergambar disini)


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 171964

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian Bangbf Sex Videos Xxx
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Call center & WA : 0821-4981-5100; - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id