KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN PONTIANAK

24/10/2021 - 05:03 PM

Pelayanan Klinik Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak

Di Publish Pada : 04/07/2021 | Kategori : page

 

Klinik Tanaman Perkebunan merupakan unit pelayanan Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak kepada masyarakat umum yang operasionalnya mengikuti ketentuan yang berlaku untuk sebuah unit pelayanan publik.

       Misi Klinik Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak :

  1. Meningkatkan pengembangan teknologi perlindungan perkebunan yang berwawasan lingkungan.
  2. Meningkatkan pelayanan analisis perlindungan perkebunan kepada pelaku usaha perkebunan
  3. Memperkuat Sistem Informasi Manajemen Perlindungan Perkebunan (SIMPP)
  4. Penegakan hukum di bidang perlindungan perkebunan

 

        Motto Klinik Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak :  Cepat, akurat, bermanfaat

        Janji pelayanan Klinik Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak :

  1. Memberikan pelayanan dengan cepat, ramah dan sepenuh hati
  2. Memberikan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan
  3. Memberikan rekomendasi yang jelas dan tepat
  4. Menerima kritik dan saran untuk perbaikan pelayanan

 

       Perilaku Wajib Petugas Klinik Tanaman  Perkebunan BPTP Pontianak :

  1. Ramah dan sopan (senyum, salam dan sapa)
  2. Disiplin
  3. Responsif
  4. Tidak diskriminatif
  5. Bertanggungjawab
  6. Profesional

 

       Layanan Klinik Tanaman Perkebunan

  1. Klien/Pengunjung datang ke Klinik Tanaman Perkebunan untuk berkonsultasi
  2. Petugas mempersilahkan Klien/Pengunjung untuk mengisi buku tamu
  3. Petugas mengisi Formulir Konsultasi Klinik Tanaman (Form-1), kemudian ditandatangani oleh Petugas dan Klien/Pengunjung
  4. Petugas melayani Klien/Pengunjung dengan mewawancarai Pengunjung. Keterangan hasil wawancara/pembicaraan dengan Pengunjung tentang gangguan OPT dan gangguan usaha di kebunnya dicatat ke dalam buku catatan kegiatan Klinik tanaman
  5. Klien/Pengunjung yang membawa Sampel diwajibkan untuk mengisi Formulir Tanda Terima Sampel yaitu Formulir Tanda Terima Sampel Penyakit (Form -2) atau Formulir Tanda Terima Sampel Hama (Form-3), Formulir yang sudah diisi kemudian ditandatangani oleh Petugas dan Klien/Pengunjung
  6. Petugas Klinik melaporkan dan menyerahkan Sampel kepada salah seorang Kasi (Yantek/Jarlab/Datin)
  7. Kasi menunjuk Petugas Laboratorium (OPT atau APH) yang memiliki kapabilitas untuk melakukan diagnosis atau identifikasi.
  8. Petugas yang ditunjuk selanjutnya segera melakukan diagnosis/ identifikasi dan mengisi Formulir diagnosis/ identifikasi yang sesuai.
  9. Hasil identifikasi dilaporkan kepada Kasi Yantek untuk segera dibuatkan Hasil Diagnosis/Identifikasi dan Rekomendasi Teknik Pengendalian.
  10. Apabila Sampel tidak cukup memadai untuk diidentifikasi, maka Kasi (Yantek/Jarlab/ Datin) dapat berkonsultasi dengan Kepala Balai untuk menugaskan staf melakukan pengambilan Sampel. Atau meminta Klien mengirimkan kembali Sampelnya dengan memberikan rincian tata cara pengambilan dan pengiriman Sampel yang baik dan benar.
  11. Seluruh rangkaian kegiatan harus diadministrasikan dan didokumentasikan dengan baik oleh Petugas Klinik Tanaman

Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 171964

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian Bangbf Sex Videos Xxx
Jl. Budi Utomo No.57, Pontianak - Kalimantan Barat 78241 - Indonesia
Call center & WA : 0821-4981-5100; - Fax : (0561) 882784. Email : balaiproteksipontianak@pertanian.go.id