BPTP PONTIANAK MENJADI NARASUMBER DI KEGIATAN SOSIALISASI PENGENALAN, PENGAMATAN DAN PENGENDALIAN OPT PENTING TANAMAN KELAPA, KOPI DAN KELAPA SAWIT
Diposting Rabu, 18 Februari 2026 01:02 pm
Kubu Raya, Senin 9 Februari 2025. Balai Pelindungan Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak menjadi narasumber “Pembinaan Petani Kegiatan Sosialisasi Tehnik Pengenalan, Pengamatan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Penting Tanaman Perkebunan Kelapa, Kopi dan Kelapa Sawit”, yang dilaksanakan di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dalam kegiatan ini pemateri dari BPTP Pontianak menyampaikan mengenai pengenalan OPT penting pada tanaman kelapa (kumbang kelapa dan kumbang janur kelapa), kopi (hama PBKo dan karat daun) dan kelapa sawit (kumbang tanduk dan penyakit busuk pangkal batang Ganoderma); metode pengamatan dan pengendalian yang harus dilakukan terhadap OPT penting tersebut, serta alur pelaporan dari hasil pengamatan bagi petani dan petugas lapangan.
Sosialisasi ini merupakan kolaborasi bersama Dinas Perkebunan Dan Peternakan pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam rangka Sub Kegiatan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan.

Sosialisasi berlangsung dalam bentuk pemberian materi di dalam ruangan (indoor) dan praktek pengamatan terhadap OPT Penting tanaman kopi untuk kriteria kerusakan mutlak dan tidak mutlak. Untuk praktek pengamatan kerusakan mutlak dilakukan terhadap OPT penggerek buah kopi (PBKo) sedangkan pengamatan untuk kerusakan tidak mutlak dilakukan terhadap penyakit karat pada daun. Dari hasil pengamatan tersebut kemudian dilakukan tabulasi dan penghitungan persentase serangan, intensitas serangan, luas serangan serta tingkat kehilangan hasil.

Peserta yang hadir terdiri petugas teknis dari Disbunak Kabupaten Kubu raya, penyuluh dari BPP Kecamatan Sungai Kakap, Petugas POPT serta petani yang tergabung ke dalam kelompok tani Simpang Jaya I, Simpang Jaya II, Maju Bersama dan Toom Jaya. Dari kegiatan ini diharapkan petani dan petugas lapangan dapat mengenali beberapa opt penting yang ada di kebun dan wilayah binaannya, melakukan pengamatan dan mengambil keputusan pengendalian serta memberikan data pelaporan serangan OPT.