BPTP Pontianak Dukung Swasembada Nasional melalui Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan di Pati
Diposting Kamis, 02 Juli 2026 12:07 pm
Balai Pelindungan Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak turut menyukseskan pelaksanaan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan yang diselenggarakan di Kebun Kelompok Tani Mekarsari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang dilaksanakan secara serentak di 31 lokasi sentra komoditas perkebunan di Indonesia sebagai upaya mendukung percepatan hilirisasi komoditas perkebunan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan penguatan ekonomi nasional. Pada lokasi Kabupaten Pati, dilakukan penanaman tebu seluas 5 hektare melalui kegiatan Bongkar Ratoon sebagai bagian dari pengembangan kawasan tebu nasional.



Kegiatan di Kabupaten Pati dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, BRMP Lingkungan Pertanian, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Dinas Pertanian Kabupaten Pati, BPTP Pontianak selaku penanggung jawab Kegiatan Pengembangan Kawasan Tebu Kabupaten Pati, Ketua Tim Kerja CWS Kabupaten Pati, Camat Wedarijaksa, Koordinator dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wedarijaksa, Kepala Desa Sukoharjo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petani dan petani penerima manfaat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, penyuluh, dan kelompok tani dalam mendukung keberhasilan Program Hilirisasi Perkebunan.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Gerakan Tanam Serentak menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan produksi nasional melalui optimalisasi lahan dan percepatan pengembangan komoditas perkebunan. Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program hilirisasi perkebunan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan kemandirian ekonomi bangsa.

Program Hilirisasi Perkebunan difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan nasional, yaitu tebu, kelapa, kopi, kakao, dan pala. Di Kabupaten Pati, tebu menjadi komoditas utama yang dikembangkan melalui kegiatan Bongkar Ratoon dan perluasan areal tanam sebagai upaya meningkatkan produktivitas, mendukung swasembada gula nasional, memperkuat ketersediaan bahan baku industri, serta meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Pemerintah Kabupaten Pati menyatakan dukungannya terhadap program ini karena dinilai mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir.
Keikutsertaan BPTP Pontianak dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung pembangunan perkebunan yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Gerakan Tanam Serentak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan, memperkuat hilirisasi industri, mendukung swasembada gula nasional, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.